Titik nadirku adalah saat kau tak ada di sampingku Duniaku jadi gelap gulita Cahaya tak mampu menembus pekat Sinar mentari lenyap seketika Chaya rembulan enggan menyapa
Sendiri aku dalam kegelapan Kegelapan yang menutupi hitam Mendesakku... Membenamkanku sampai ke dasar neraka jahanam Tak ada dayaku melawan badai kegelapan Yang gelapnya mampu melahap hitam Sebab kau tahu Pertahananku adalah kau
Kini aku berlumuran darah hitam di dasar neraka jahanam Aku masih hidup di dasar neraka itu Inilah nafas terakhirku Nafasku adalah harapan
Hari ini belum kiamat ternyata Matahari belum lenyap Bulan siap memantulkan cahaya matahari
Kabar pergerakan matahari sampai ke hidungku Dapat kurasakan energinya Kupikir matahari hanya membawa energi panas dan foton Baru kutahu... Ternyata matahari juga membawa energi elektromagnetik Energinya menyebar lembut di semua sisi Perlahan ciptakan retak di sana-sini Dan kegelapan hancur seketika Pecah berkeping-keping
Elektromagnetiknya menginduksi Menciptakan medan gerak di sekelilingku Elektromagnetiknya menarikku Mendekap dengan penuh hangat Kehangatan yang sempat hilang kini kembali Menjadi satu bersamaku Jangan lepaskan aku lagi wahai matahari Dekap aku selamanya