FC Barcelona meresmikan kedatangan Hansi Flick sebagai juru taktik baru. Kabar ini dikonfirmasi sendiri oleh klub catalan lewat sebuah postingan instagram.
Hansi Flick didatangkan setelah sebelumnya manajemen melakukan pemecatan kepada Xavi Hernandez karena kekisruhan yang terjadi dengan presiden klub, Joan Laporta.
Tentu ini menjadi aib bagi Barcelona. Bagaimana tidak. Xavi yang memutuskan mengundurkan diri pada awal tahun akhirnya luluh setelah dibujuk rayu kembali oleh manajemen klub. Namun menjelang musim berakhir, hubungan Xavi dan kembali memanas dengan manajemen. Hal itu terjadi setelah Xavi melontarkan kritik terbuka kepada klub mengenai sulitnya klub berprestasi dikarenakan masalah keuangan yang mendera Barcelona belum juga surut.
“Kami akan mencoba untuk bersaing. Situasinya sulit secara finansial. Para pendukung harus mamahami situasinya,” ucap Xavi dikutip dari ESPN.
“Sebagai pelatih, saya memahami apa yang terjadi dan itulah cara kami akan mengatur segalanya. Saat ini, kami tidak berada dalam kondisi yang sama dengan klub-klub lain yang punya (finansial) fair play yang lebih baik,” ujarnya.
“Itulah kenyataannya. Para penggemar harus tahu. Namun, bukan berarti kami tidak akan berusaha untuk mencapai target-target kami,” imbuh Xavi.
Imbas dari pernyataan Xavi, membuat manajemen klub menjilat ludah sendiri dengan melakukan pemecatan kepada Xavi. Dan Xavi telah menjalani pertandingan terakhirnya melawan Sevilla dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan penutup La Liga.
Manajemen kemudian bergerak cepat dengan mendatangkan Hansi Flick yang pernaih meraih pencapaian sextuple bersama Bayern Munchen.

Flick dikontrak Barcelona sampai dengan Juni 2026, dengan gaji hanya separuh dari yang diterima Xavi, 3 juta euro.
*****
Tentu fans Barcelona akan berharap banyak kepada Hansi Flick. Mengingat pencapaian Flick bersama Bayern Munchen cukup fenomenal. Sempat mempermalukan Barcelona dengan kemenangan gila 8-2 dan meraih sextuple di tahun 2020. Flick juga berhasil memenangkan gelar Piala Dunia pada 2014, walaupun pada saat itu hanya berstatus asisten manager.
Namun karir cemerlang Flick bersama Bayern hilang tanpa bekas ketika melatih timnas Jerman. Bersama timnas Jerman karir Flick nyungsep sedalam-dalamnya.
Diharapkan mengangkat prestasi timnas setelah di WC 2018 kandas di fase grup. Setali tiga uang, timnas Jerman mengulang prestasi yang sama di WC 2022, kandas di fase grup.
Setelahnya timnas Jerman berjalan tanpa arah, sampai kemudian Flick dipecat pada September 2023.
*****
Disaat yang sama, Barcelona juga belum sembuh dari penyakitnya lamanya, baik dari teknis maupun non teknis.
Dari sisi permainan. Barcelona bagai kehilangan arah permainan. Umpan crossing yang biasa-biasa saja, tiadanya semangat juang, akurasi tembakan yang nol, tidak pertahanan yang mudah kebobolan, pos penyerangan yang mampet, kurangnya kreativitas permainan tim, minim pemain cepat, tiadanya umpan terobosan, pemain yang keluar masuk ruang perawatan.
Sedangkan dari sisi non teknis juga tidak kalah pelik. Masalah keuangan yang tidak kunjung selesai, transefer pemain bapuk yang berulang kali terjadi, pembatasan gaji pemain, registrasi pemain, konflik antara manajemen dengan tim kepelatihan–sebelum Xavi, Barcelona juga kerap bermasalah dengan pelatih-pelatih sebelumnya.
Semuanya itu berujung pada prestasi yang kering karena sulitnya bersaing di lapangan hijau.
*****
Kesaman berada di titik nadir mungkin membuat frekuensi Barcelona dan Flick menjadi klik, lalu memutuskan bekerja sama. Maka menarik ditunggu bagaimana kerjasama ini akan berlangsung. Apakah akan menjadi musim yang menggembirakan untuk para pendukung Barcelona, mengingat Flick juga terkenal dengan sepakbola menyerang dengan basis penguasaan bola. Apalagi kenangan Flick bersama Barcelona yang sama-sama pernah meraih sextuple juga tidak akan terlupakan.
Ataukah malah karir Flick dan nasib Barcelona yang semakin nyungsep sedalam-dalamnya. Apapun itu bola masih bundar. Semua kemungkinan masih bisa terjadi.
Yang jelas tugas berat menanti Flick, mengembalikan kejayaan Barcelona dan membawa semua gelar ke lemari trofi Barcelona.
Tugas yang maha berat bukan, Flick.

VISCA BARCA!!!
[…] memprediksi Barcelona akan segarang ini ketika awal kedatangan Flick, seperti yang pernah saya tuliskan. Namun mengingat kinerja Flick di Bayern yang cukup fenomenal kala itu, ada sedikit rasa optimis […]