Berita terbaru datang dari kota Munich. FC Bayern yang sebelumnya dikabarkan akan mendatangkan Vincent Kompany, kini benar-benar mendatangkannya. Vincent Kompany resmi meneken kontrak selama 4 tahun, berlaku hingga 30 Juni 2027.
Cukup mengejutkan bagi publik, klub sekelas FC Bayern mendatangkan Vincent Kompany, manajer yang mungkin dianggap gagal oleh sebagian orang. Musababnya adalah sang manajer tidak mampu berbuat apa-apa di premier league musim lalu.
Setelah semusim sebelumnya berhasil menjuarai chamionship dan promosi ke premier league, musim ini Burnley benar-benar hancur, kembali turun ke kasta championship.
Senasib sepenanggungan dengan Burnley. FC Bayern pun juga mengalami hal yang sama. Walaupun sudah mendatangkan goal getter sejati dalam diri Harry Kane. Ternyata itu semua belum cukup. FC Bayern justru mendapatkan musim teburuk dalam satu dekade terakhir. Klub Bavaria mengakhiri musim dengan tanpa gelar. Melanjutkan laju mundur, yang musim sebelumnya juga kepayahan, sampai-sampai penentuan gelar liga harus dilangsungkan pada laga terkahir. Sebuah gaya yang bukan Bayern banget.
*****
Wajar publik menilai negatif dengan kabar terbaru ini. Ya bagaimana tidak. Vincent Kompany yang belum punya pengalaman mumpuni sebagai menajer menangani Bayern Munchen, klub terbaik seantero Jerman? Ini jelas perjudian. Entah apa yang ada di benak manajemen Bayern. Kabar-kabarnya sih, penunjukan Vincent juga sudah dibicarakan dengan Guardiola, mantan pembesut Bayern dan juga mantan pelatih Vincent waktu di Manchester City. Dan Guardiola memberikan penilaian positif akan ide itu.
Penunjukan pelatih minim pengalaman–yang biasanya mantan bintang besar sewaktu masih menjadi pemain–yang dilakukan oleh klub besar sebenarnya bukan hal baru. Guardiola sendiri adalah contohnya.
Ketika ditunjuk jadi pelatih utama FC Barcelona pada tahun 2008, Guardiola hanya punya pengalaman melatih Barcelona B selama semusim pada musim 2007-2008. Selebihnya nol. Guardiola sendiri baru pensiun sebagai pemain pada tahun 2006.
Namun hasilnya ternyata luar biasa. Guardiola total memenangkan 14 gelar hanya dalam waktu empat musim menangani Barcelona, seperti diliris oleh transfermarkt.
Contoh sukses lain adalah Zinedine Zidane. Keputusan Real Madrid memecat Rafeal Benitez dan menunjuk Zidane pada awal tahun 2016 berujung manis. Real Madrid diantar menuju langit ketujuh oleh Zidane dengan memenangkan tiga gelar UCL secara beruntun. Padahal Zidane sebelumnya hanya punya pengalaman sebagai asisten Carlo Ancelotti di tim utama dan menangani Real Madrid Castilla. Selebihnya pengalaman Zidan hanya sebatas pelatih tim junior dan juga kerja-kerja manajerial.
Namun tidak semuanya berkahir sukses. Tidak sedikit juga cerita-cerita minor terjadi ketika klub besar menunjuk mantan legenda menjadi pelatih. Sebut saja Frank Lampard yang gagal dengan Chelsea, Ole Gunnar Solskjaer yang dipecat MU, Pirlo yang susah payah bersama Juventus.
Apapun itu palu sudah diketok. Bayern sudah menunjuk Vincent Kompany sebagai manajernya. Perjudian besar telah diambil. Maka penonton tinggal menyaksikan, apakah Bayern akan benar-benar memainkan sepakbola Bayern yang sudah bertahun-tahun menguasai sebelum ditumbangkan oleh Bayer. Ataukah Bayern akan mempertontonkan semacam komedi Bavaria dengan Harry Kane sebagai lakon utamanya.
Kalau ini sampai terjadi, tentu kisah Harry Kane semakin tragis. Seorang predator haus gol akan meneruskan kampanye negatifnya sebagai pemain top tanpa gelar major di level klub.
Selamat mencoba Bayern.
