
Baru pertama kali membaca bukunya Pandji Pragiwaksono, salah satu founder Stand Up Comedy Indonesia–ketahuan deh kudetnya. Dan ternyata tulisannya gokil. Menggairahkan, mencerahkan, dan memang provokatif. Saya sih memang yakin. Para komika ini pastilah punya bakat nulis. Lah materi stand up-nya saja ditulis. Tinggal niat aja, mau nulis buku atau tidak. Kalau niat pasti jadilah.
Pertama kali lihat buku Nasiona.Is.Me ini waktu jalan-jalan di alun-alun Sidoarjo pas hari Minggu. Waktu itu ada seseorang yang buka lapak baca. Saya tertarik dan akhirnya singgah. Lihat-lihat bukunya. Dan mata saya singgah di buku ini. Saya penasaran dengan tulisan-tulisannya Bang Pandji, karena memang sebelumnya belum pernah baca tulisannya. Baca-baca sekilah… hmm.. dan oke. Tulisannya menarik, gaya penulisannya juga ngalir gak kaku. Penempatan humor juga pas. Sepertinya buku ini menarik. Saya putuskan saya akan beli.
Nasional.Is.Me adalah buku memoar Pandji. Mungkin bisa juga disebut buku kontemplasi Pandji memaknai perjalanan hidupnya. Cetakan pertama buku ini diterbitkan tahun 2011–jadi umurnya Pandji waktu itu sekitar 32 tahun. Gak muda gak tua juga. Gak jauh beda dengan umur saya sekarang ini. Tapi ternyata pikiran Pandji sangat visioner, jauh ke depan.
Salah satunya yang saya kutip, “Imajinasi adalah penanggung jawab kemajuan di seluruh dunia karena untuk maju, dibutuhkan orang-orang yang visioner dengan kemampuan imajinasi yang tinggi. Imajinasi itu tidak cukup, harus direalisasikan. Oleh karena itu kreativitas jadi penting”. Mungkin terdengar biasa saja. Tapi bagiku ini luar biasa.
Imajinasi dan kreativitas. Dua kata yang sejatinya abstrak dan liar. KBBI mengatakan Imajinasi adalah daya pikir dan kreatif adalah daya cipta. Artinya sebelum mencipta harus berpikir dulu. Atau kalau mau dimaknai secara berbeda bisa juga artinya berpikir sebelum bertindak. Lewat buku ini Pandji memang mengajak kita untuk menciptakan banyak karya. Dengan karya-karya positif itulah kita memperkaya Indonesia dengan hal-hal baik. Mengingat sudah begitu banyak pemberitaan negatif yang tiap hari membanjiri telinga dan mata kita. Berkarya adalah salah satu jalan untuk menghiasi kemerdekaan yang telah diraih puluhan tahun silam.
Melalui tulisan ini Pandji ingin kita semua untuk mengenali lebih dekat dan lebih dalam lagi Indonesia. Mengenali baik buruknya. Mengenali masalah dan juga potensinya. Mengenali sejarahnya bukan hanya dari buku teks yang dipelajari di sekolah. Dengan begitu kita akan lebih mencintai Indonesia. Bagaimana mungkin kau bisa mencintai sesuatu tanpa mengenalnya bukan?
Pandji begitu yakin dengan potensi yang dimiliki bangsanya–gak tahu lagi kalau sekarang. Pandji yakin dengan apa yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini. Itu bisa membawa Indonesia menjadi negara maju di masa depan. Maka Pandji pun menyisipkan orang-orang berprestasi di buku ini. Orang-orang yang Pandji pernah temui.
Ada George Saa, anak SMA yang menjadi juara dunia Fisika tahun 2004 yang saat itu anak SMA. Ada juga Rodi dan Akbar juara kompetisi robot Internasional. Taufik Hidayat jagoan bulutangkis yang namanya harum di seluruh penjuru dunia. Prof. Yohanes Surya yang menetaskan anak-anak jago Fisika.
Pandji berharap dengan semua yang dituliskannnya itu kita semua tidak kehilangan harapan dengan masa depan Indonesia. Namun jika harapan itu dibawa ke hari ini, masihkah Pandji menyimpan harapan indah di masa depan?