
Buku ketiga trilogi menulis menulis karya kang Pepih Nugraha yang kubaca. Entah ini buku ketiga, kedua, atau pertama saya juga tidak tahu pasti. Yang jelas ini adalah buku ketiga yang kubaca setelah sebelumnya “Tulislah” dan “Kisi-Kisi Menulis”. Dua buku sebelumnya lebih umum tentang proses menulis. Untuk buku Beropinilah ini khus membahas segala sesuatu dari A sampai Z tentang trik dan cara menuliskan opini.
Nama kang Pepih memang lahir dan besar di dunia yang tidak jauh dari urusan tulis menulis: jurnalistik. “bekerja di harian Kompas selama 26 tahun (1990-2016), memulai karir sebagai pustakwan, peneliti kemudian wartawa,” setidaknya begitu yang tertulis di profil penulis.
26 tahun bergelut di dunia media tentu penulis sudah paham seluk beluk dan lika liku dunia media. Buku ini menjadi semacam saripati selama 26 tahun karir itu sehubungan dengan tulisan opini.
Kita semua tahu opini adalah salah satu produk media. Beda dengan berita yang ditulis oleh wartawan media itu sendiri, opini biasanya ditulis oleh orang-orang dari luar media terkait. Bisa akademisi, aktivis, atau orang-orang yang memang pakar di bidangnya. Memangnya opini tidak boleh jika ditulis oleh orang yang biasa-biasa saja? Tidak dong. Opini mah bebas saja siapa yang nulis. Khusus buku Beropinilah, kang Pepih memfokuskannya ke tulisan opini ke media besar dan lebih khusus lagi bagaimana cara menulis opini yang bisa tebus ke Kompas. Waah.. besar banget nama Kompas kan.
Ada 21 bab dan 183 halaman. Cukup ringan kan. Masing-masing bab juga tidak banyak-banyak menghabiskan halaman. Jadi cukup ringan untuk dibaca.
Banyak hal yang dibahas di buku ini terutama trik-trik dalam menulis opini yang bermutu. Mengenali media, memasukkan novelty, menuliskan kesimpulan, menggunakan sudut pandang dalam menulis opini, bagaimana membuka lead opini, membuat mind mapping sebelum menulis, dll. Dan bagusnya lagi, penulis juga memberikan banyak contoh-contoh tulisan yang terkait dengan triknya itu. Jadi pembaca tidak perlu bingung bagaimana menerapkan trik-trik tadi dalam menulis.
Selain membahas trik-trik menulis opini. Penulis juga mengajarkan bagaimana gaya penulisan opini juga sangat berkaitan erat dengan medianya. Artinya penyajian opini Kompas beda dengan Jawa Pos, Jawa Pos beda juga dengan Republika. Maka penting untuk mengenali media dahulu sebelum mengirimkan naskah.
Di bagian akhir buku juga penulis menyisipkan informasi dan syarat-syarat teknis opini beberapa media. Tentang panjang tulisan, alamat email, dan honor. Pokoknya buku ini penting buat orang-orang yang lagi belajar menulis opini. Cus sana beli.