Membaca akan membuatmu merasa menjadi orang yang sangat bodoh. Membaca memang menambah pengetahuanmu namun secara bersamaan ketidaktahuanmu pun juga ikut bertambah. Bahkan ketidak tahuanmu mungkin lebih besar dari pengetahuan baru yang kau dapatkan. Itu membuatmu seketika menjadi orang yang bodoh.
Namun di situlah membaca memberikanmu kebijaksanaan yang selama ini dicari orang-orang. Kebijaksaan lahir dari pengetahuan yang mendalam dan pengalaman hidup yang beragam. Pengetahuan yang mendalam tidak bisa tidak hanya bisa didapatkan dari kegiatan membaca dan berpikir. Berpikir bahan bakarnya pastilah dari bacaan. Tanpa ada bacaan yang menjadi inputan otak maka kegiatan berpikir tidak mungkin ada.
Dan pengalaman hidup. Usia tidak harus menjadi faktor penentu pengalaman hidup seseorang. Yang tua lebih berpengalaman. Iya dalam hal usia. Namun apakah yang muda berarti pengalamannya sedikit? Eits tunggu dulu. Pengalaman adalah milik mereka orang-orang pemberani. Tanpa keberanian tidak ada pengalaman. Mereka yang berani akan mencoba lebih banyak hal daripada mereka yang penakut. Keberaniannya mencoba banyak hal itulah yang menjadi pengalaman mereka. Dan pastikan keberanian mencoba itu juga harus bareng dengan perenungan. Bersama perenungan keberanian akan menjadi lebih bermakna.
Kembali soal membaca. Jika membaca adalah jalan menuju kebodohan itu berarti malas membaca adalah jalan pintas menuju kepintaran. Dan celakanya banyak orang yang senang dengan jalan pintas ini. Iyalah. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu, tidak perlu repot mikir. Banyakin main HP saja. Scrool-scrool timeline sosmed terutama twitter. Habis itu tidur sebentar. Bangun-bangun jadi pintar deh. Bisa langsung jadi pakar. Ahlinya pun dibabat tanpa ampun.
Negeri konoha sudah banyak dijubeli dengan orang-orang pintar jenis ini. Membuat populasi orang bodoh menjadi terancam. Maka sudah saatnya jumlah orang bodoh harus ditingkatkan untuk menjaga keseimbangan alam. Ketidakseimbangan bisa membawa kerusakan.
Keseimbangan harus tetap dijaga. Tanpa keseimbangan bumi bisa rusak. Keseimbangan adalah syarat minimal. Positif tentu lebih baik. Namun terlalu positif tidak baik juga. Harus geser ke kiri lagi biar tidak timpang banget.
Kita semua harus lebih rajin lagi membaca. Harus menjadi bodoh. Menambah populasi orang bodoh akan membuat bumi menjadi lebih baik. Orang-orang terdekat kita juga harus rajin membaca. Bukan hanya kita saja. Kalau mengandalkan diri sendiri saja belum cukup. Orang lain pun harus diajak.
Yah sebenarnya tulisan ini bukan bermaksud nyindir orang lain. Tulisan ini lebih menjadi pengingat bagi saya sendiri. Sebab saya sendiri pun masih kurang baca. Orang-orang terdekatku pun masih banyak yang belum baca. Jadi kalau ada yang merasa tersindir dengan tulisan ini, semoga alinea ini bisa mengklarifikasi.