Sudah delapan tahun saya hidup di Jawa, tepatnya di Sidoarjo. Dalam delapan tahun itu, sedikit banyak saya mulai mengerti tentang adat istiadat di tempat ini. Salah satunya adalah perbedaan masjid NU dan Muhammadiyah.

Di luar Jawa, khususnya Sulawesi–tempat saya bermukim sebelumnya. Perbedaan antara masjid NU dan Muhammadiyah tidak lah begitu kentara. Itu menandakan “persaingan” antara NU dan Muhmammadiyah tidak lah begitu panas di Sulawesi.

Lain auranya kalau di Jawa. Mudah sekali mengenali mana masjid NU dan mana masjid Muhammadiyah jika di Jawa. Dari sisi tampilan luar saja orang dengan mudah menebak perbedaan kedua masjid tersebut. Itu selaras dengan aura “persaingan” keduanya menjadi lebih panas. Apa saja kira-kira yang menjadi poin-poin perbedaanya, berikut penjelasannya.

Tampilan Luar

Cara membedakan masjid Muhammadiyah dan NU dari tampilan luar adalah denan cara melihat warna masjidnya. Jika warna hijau itu kemungkinan masjid NU. Jika warna biru itu kemungkinan masjid Muhammadiyah.

Warna hijau pada masjid NU mungkin merujuk ke logo dan bendera NU yang khas warna hijau. Sementara warna biru pada Muhammadiyah, entah lah merujuk ke mana. Soalnya warna logo Muhammadiyah sendiri kan warna hijau, bukan biru.

Tidak jarang juga kedua masjid ini memberikan plang identitas organisasi di depan masjidnya. Jadi lebih mudah lagi membedakannya.

Posisi Jamaah

Posisi jamaah laki-laki dan perempuan juga ada perbedaan. Masjid NU, posisi jamaahnya bersampingan antara laki-laki dan perempuan. Dan di masjid Muhammadiyah posisinya depan-belakang.

Khusus posisi jamaah bersampingan, jujur saja saya baru melihatnya saat di Jawa. Di Sulawesi dulu sepertinya belum pernah saya dapati posisi jamaahnya bersampingan. Hampir semua posisinya depan-belakang

Mimbar

Mimbar masjid NU biasanya megah dengan adanya anak tangga dan tongkat. Belum lagi dengan tambahan ornamen dan kubah untuk pencerahamahnya tambah membuat mimbar masjid NU menjadi lebih megah.

Kontras dengan mimbar masjid Muhammadiyah yang kelihatannya seperti podium biasa saja. Tanpa adanya anak tangga dan tongkat. Biasanya hanya di tambahkan kursi untuk momen khutbah jumat.

Ritual Keagamaan

Ritual di sini maksudnya adalah kebiasaan dalam peribadahan masing-masing kelompok. Seperti yang diketahui, antara Muhammadiyah dan NU memang ada perbedaan dalam peribadahan, khususnya shalat. Namun perbedaannya masih dalam masalah furu’. Jadi tidak perlu terlalu diperdebatkan.

NU shalat subuhnya pake qunut, Muhammadiyah tidak. NU ucapan Bismillah pada Al Fatihah dikeraskan, sedangkan Muhammadiyah dilirihkan.

Biasanya dua hal ini yang menjadi pembeda utama Shalatnya orang NU dan Muhammadiyah

Kajian

Kajian di masjid NU biasanya membahas kitab klasik khas pondok pesantren. Kitab Bulughul Maram misal. Sedangkan Muhammadiyah, biasanya kajiannya seputar tema khas dan tertentu. Misall kajian sirah nabawiyah, tafsir, sunnah, fikh, dll.

*****

Kurang lebih seperti itu perbedaan antara masjid Muhammadiyah dan NU jika kalian berada di Jawa. Namun sadarilah bahwa perbedaan ada bukan untuk saling menegasikan. Tapi perbedaan ada untuk saling melengkapi, memudahkan, dan memberi banyak pilihan kepada manusia mana yang lebih cocok dengan masing-masing preferensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *