Akhir bulan Juni ini mulai masuk masa liburan bagi anak sekolah di Sidoarjo. Untuk itu saya memutuskan pergi berlibur bersama anak istri di Yogyakarta. Sekaligus menghilangkan penat dan kejenuhan bagi diriku sendiri.

Setiba di Jogja, sebenarnya masih bingung akan berwisata ke mana. Saya sendiri sudah dua kali ke jogja, tujuannya sama: berlibur. Maka momen liburan kali ini, saya jadi bingung mau ke mana lagi, lagi kurang referensi. Mengingat kami punya anak kecil, jadilah kami memutuskan untuk wisata ke Gembira Loka–kebun binatangnya Jogja.

Untuk transport selama di Jogja, saya menggunakan jasa penyewaan harian motor dan taksi online. Untuk motor, saya memilih Honda New Beat Street sebagai tunggangan. Tarifnya di patok Rp. 70.000 selama dua hari pemakaian. Sudah termasuk fasilitas 2 helm dewasa , 2 mantel ukuran 1 orang, dan bensin 3 bar (dari total 6 bar).

Ahad, 22 Juni 2024, pagi-pagi setelah makan siang. Saya ngambil motor persis depan Stasiun Lempunyangan, salah satu stasiun yang cukup ramai di Jogja. Dan langsung menuju ke Gembira Loka.

Setelah memarkirkan motor, langsung menuju loket untuk pembelian tiket. Eskpektasi awal saya, karena Gembira Loka ini adalah kebun binatang, saya pikir agak mirip-mirip lah dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Termasuk juga soal harga tiket.

Saya agak lupa berapa harga tiket masuk KBS berapa, tapi yang pasti tidak sampai lebih dari Rp. 50.000. Termasuk murah hitungannya.

Dan ternyata tiket masuk GL jauh di atas itu. Satu orang dewasa dihargai Rp. 75.000. Dan anak dengan tinggi di bawah 80 cm dihitung free. Jadinya kami membayar Rp. 150.000 untuk dua orang dewasa–anakku masih bisa dapat gratis.

Saya kemudian menerima tiket masuk dan juga peta.

Ini yang menjadi first impression yang cukup berkesan. Peta. Seingatku di KBS tidak memberikan peta saat membeli tiket. KBS hanya menyediakan peta dengan ukuran besar di beberapa titik dalam KBS.

Sementara GL memberikan peta seukuran kertas besar namun bisa dilipat menjadi seukuran saku, yang bisa di bawa ke mana-mana oleh pengunjung. Dengan peta di tangan, tentu akan memudahkan pengunjung kalau mau memilih lokasi yang ingin didatangi.

Sesaat setelah masuk GL, kita langsung disambut semacam “tugu selamat datang”. Di sini orang-orang biasanya berfoto. Menandakan sudah pernah ke GL.

Setelahnya, kemudian memasuki area hewan jinak dan hewan peliharaan. Di sini ada berbagai macam hewan. Kambing, domba, ayam, kelinci, kura-kura, babi, dkk. Karena hewannya jinak, jadi pagarnya tidak begitu tinggi. Memungkinkan pengunjung untuk bisa berinteraksi langsung dengan hewan. Di sini juga disediakan fasilitas untuk memberi makan hewan. Namun untuk yang ini ada biaya tambahan, di luar harga tiket ya.

Habis dari hewan jinak area akan kita dapati area taman bermain. Di area ini cukup ramai anak-anak seusia TK bermain-main. Karena memang areanya cukup luas walaupun mainannya tidak begitu banyak.

Setelah menuruni anak tangga dan menyebrang sungai, tibalah di bagian utama GL. Hampir semua wahana permainan, pertunjukan, dan hewan-hewan ada di sini. Bagian inilah yang seru, yang membuat saya berdecak kagum. “Rasa-rasanya kok seperti taman safari” gumamku dalam hati.

GL menyediakan kereta kelinci untuk pengunjunganya. Dengan kereta kelinci kita jadi bisa menghemat tenaga kalau mau berpindah tempat. Sesuatu yang tidak ada di KBS. Padahal KBS cukup banyak spot-spot menariknya. Yang… lumayan capak kalau dikunjungi semua dengan berjalan kaki.

Di GL juga ada danau. Dan ada wahana spead boat besar yang tarifnya gratis untuk pengunjung GL. Lumayanlah untuk mengelilingi danau yang tidak sebegitu besar walaupun cuman sebentar.

Mau yang lebih menantang? Di sini juga wahana jet ski. Tapi yang ini tidak gratis, alias mbayar.

Dua wahana ini cukup memberi kesan yang “wah” bagiku untuk sebuah kebun binatang. Sudah kayak taman safari rasa-rasanya.

Dan memang seperti taman safari. Khususnya di bagian makanan.

Beda dengan KBS yang masih banyak makanan murah–bisa dilihat dari model standnya. Di dalam GL, tenant makanannya sudah resmi dari pihak GL sendiri. Otomatis harganya juga lebih mahal–karena memang di monopoli oleh GL–seporsi rice box ayam bisa dihargai Rp. 35.000. Segelas pop mi Rp. 10.000. Jadi kalau main ke GL ada baiknya bawa makanan sendiri, bisa lebih menghemat ongkos. Soalnya masuk ke sini juga tidak di periksa untuk makanan.

Memang semuanya pada mahal? Ternyata tidak juga. Yang murah juga ada dan masih dalam area GL. Tapi lokasinya dekat halte 4, dekat pintu keluar. Lokasi yang cukup tricky untuk mengelabui pengunjung.

Setelah capek berkililing. Makan di kantin GL dengan harga yang mahal. Pas pulang. Eh, ternyata ada tempat yang murah. Tidak heran kantinnya sepi. Orang sudah pada kenyang baru lihat kantinnya.

Wahana pertunjukan lain juga ramai peminatnya. Saya lupa ada berapa pertunjukannya. Yang saya lihat ada dua: pertunjukan aves dan mamalia. Aves dengan burung-burung cantiknya yang beraneka warna. Dan mamalianya ada orang utan, berang-berang, dan kambing gunung. Bisa juga berfoto di Bird Park dengan tarif seikhlasnya.

Ada satu lagi yang menjadi nilai minus: mushallanya. Disini mushallanya agak kecil dan tempat perempuannya terbuka. Dengan area yang cukup luas dan pengunjung yang membludak. Sudah seharusnya mushallanya lebih di perbesar lagi untuk menampung lebih banyak jamaah.

Dan tiba di spot terakhir sebelum keluar area GL: toko oleh-oleh. Di sini juga lumayan souvenirnya lumayan banyak dan beragam. Khususnya boneka, ada berbagai macam boneka dan juga pilihan harganya.

Terakhir sekali, setelah keluar dari gerbang GL, kita akan disambut penjual makanan dan juga oleh-oleh yang cukup ramai. Harga makanan di sini jelas lebih murah dibanding di dalam GL. Di sini harganya sudah sama dengan makanan di Jogja pada umumnya. Mie ayam harganya Rp. 10.000. Lumayan murah kan?

Seperti itulah pengalaman selama bermain di GL. Worth it-lah dengan harga tiket masuk.

Kalau kalian mengira GL hanya tempat untuk liburan keluarga, banyak anak kecil, wisatanya anak TK. Itu memang benar. Namun diantara ribuan anak kecil itu, tidak sedikit juga ada terselip pasangan muda yang datang untuk memadu kasih. Ya mungkin lagi belajar bersama paling ya. Hehehe…

Selamat berlibur dan bahagia. Sampai jumpa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *