Nikmat sehat ini memang bukan sembarang nikmat. Nikmat sehat ini adalah puncaknya nikmat. Tidak ada nikmat yang lebih tinggi dan lebih indah lagi melebih nikmat sehat. Bahkan nikmat iman yang disebut-sebut nikmat paling agung, puncaknya nikmat oleh ustad-ustad dalam tiap ceramah, dalam batasan tertentu nikmat sehat lebih terasa nikmat daripada nikmat iman. Tanpa adanya sehat maka iman menjadi kurang nikmat. Misal kakimu terkilir habis main bola. Maka shalat yang biasanya aman-aman saja seketika terasa tidak nyaman. Sebab kaki terkilir gerakan shalat menjadi tidak sempurna. Yang biasanya duduk tahiyat enek-enak saja duduk. Karena terkilir duduknya jadi tidak enak. Sebelumnya shalat bisa berdiri, karena cedera jadinya cuman bisa duduk. Maka penting untuk menjaga tubuh agar senantiasa sehat.

Dengan menjaga tubuh selalu sehat dan fit. Itu berarti juga mensyukuri nikmat Allah. Barang siapa yang bersyukur akan kutambah nikmatmu. Itu sudah kalam Allah. Dengan bersyukur hatimu menjadi lebih tenang, tidak gampang iri. Karena hati sudah terjaga sensormu menjadi lebih tajam dalam melihat nikmat Allah. Semakin banyak nikmat yang kau lihat dan bersyukur. Persis seperti sebuah siklus yang terus berputar.

Nikmat sehat ini adalah kuncinya nikmat. Dengan memiliki kuncinya maka semua kenikmatan bisa kau rasakan. Punya uang banyak tapi sakit-sakitan. Akhirnya uangnya habis juga untuk pengobatan. Tidak tersisa uang itu untuk dinikmati. Punya anak kecil lucu-lucu juga tidak ada gunanya jika tidak sehat. Tidak ada kesempatan untuk bisa bermain dengan anak-anak karena hari-harinya habis di pembaringan.

Maka jaga terus kesehatanmu. Jangan ragu untuk membelanjakan uangmu untuk investasi kesehatan. Tidak salah memang jika menyebut sehat itu adalah investasi. Sebab dengan menjaga kesehatan di masa muda hasilnya akan dipetik di hari tua. Maka jangan ragu untuk menginvestasikan hartamu untuk kesehatan. Belilah alat olahraga yang bermutu, ikut klub olahraga, beli buah-buahan, makan makanan sehat, lakukan refreshing. Semua itu tujuannya satu. Untuk memastikan standar kesehatan selalu berada dalam kondisi prima.

Besuk teman-temanmu yang sakit. Itu bisa menjadi pengingat jika kau mulai lalai menjaga kesehatan. Doakan mereka agar segera sembuh dan bisa beraktivitas kembali. Sebab doa itu pun akan kembali kepadamu. Jika besok-besok kau sakit bisa jadi teman yang pernah kau besuk itu juga yang balik membesuk dan mendoakanmu. Buah dan makanan yang kau bawa tidak berarti banyak dalam penyembuhan temanmu. Namun kunjunganmu itulah yang berarti. Itu menandakan bahwa kau ada untuk dia. Bahwa kau tidak pernah melupakannya. Itulah yang menguatkannya. Menguatkan jiwanya. Menumbuhkan harapannya yang hampir terkubur mati. Bagaikan benih yang disiram air dan diberi pupuk. Perlahan-lahan benih itu tumbuh hingga akhirnya menjadi pohon semangat. Akar-akarnya menguatkan jiwa. Batangnya tempat bersandar. Daunnya meneduhkan menjadi tempat berlindung.

Jaga selalulah nikmat sehat. Orang-orang senantiasa menunggumu. Menantikan kehadiranmu. Pasanganmu merindukanmu. Anak-anakmu masih membutuhkanmu. Teman-teman menantikanmu. Orang tuamu masih ingin melihatmu. Tanggung jawabmu belum tuntas. Tugasmu belum selesai.

Tetap semangat buat kalian yang lagi di pembaringan, buat kalian yang saat ini sakit. Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa. Seorang petarung tidak pernah mengenal kata menyerah. Seorang pejuang akan selalu berusaha tidak berputus asa.

Jangan jemawa buat kalian yang merasa sehat. Mungkin saja penyakit sedang mengintaimu saat ini. Siap menerkam sewaktu-waktu. Selalulah waspada.

Jangan jemawa buat kalian yang rajin olahraga. Rajin olahraga bukan jaminan penyakit tidak akan mampir. Olahraga adalah ikhtiar manusia. Yang menetukan tetap yang maha kuasa. Tetaplah berolahraga karena batasan manusia memang sampai di situ.

Jaga selalu pola hidup sehat. Rajin olahraga, makanan bersih dan teratur, istirahat cukup, pergilah refreshing jika stres. Lakukan semua usaha yang memungkinkan. Manusia memang hanya bisa berusaha. Sisanya serahkan kepada pemilik jagat raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *