Bercanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Hampir semua orang melakukannya. Tua, muda, anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan, yang punya jabatan ataupun yang tidak punya jabatan, semua melakukannya.

Sesuatu dikatakan candaan tentu harus lucu. Kalau tidak lucu, bukan candaan namanya. Lucu di sini bukan hanya lucu bagi yang melempar candaan. Tapi juga harus lucu bagi yang menerima candaan. Untuk itu perlu diperhatikan rambu-rambu agar candaanmu bisa lucu dan tidak tidak expired. Apa saja itu? Berikut ulasannya. 

Klaster

Candaan itu ada klisternya. Klasterpun juga ada macam-macam lagi. Bisa saja klaster usia, gender, masyarakat, budaya, dll.

Candaan orang tua tentu tidak sama dengan candaan anak-anak. Begitupun candaan laki-laki tidak sama dengan candaan perempuan.

Oleh karenanya jika ingin bercanda, agar jangan salah menganalisis klister audiens. Karena jika salah, maka kacau jadinya. Gak ada yang ketawa.

Masa Berlaku

Candaan juga ada masa berlakunya. Candaan 10 tahun yang lalu bisa saja hari ini sudah tidak laku. Misal candaan “durian aja dibelah, masak dibedong,” kalua hari ini di pake, bisa jadi orang malah bingung sendiri. Sebab candaanya sudah kadalursa.

Maka dari itu penting juga untuk memperhatikan candaan yang akan anda lontarkan . Apakah masih up to date untuk saat ini atau tidak. Kalau anda memberikan candaan yang tidak up to date, bersiaplah menghadapi momen awkward.

Frekuensi

Candaan yang keseringan digunakan bisa mengikis nilai humornya. Sebab humor akan selalu bersisian dengan kejutan. Ketika nilai humornya rendah, maka nilai kejutannya juga rendah. Akibat yang terjadi adalah candaan gagal.

Jadi jangan keseringan juga menggunakan candaan yang sama dalam waktu intens.

Hindari Materi Sensitif

Hindarilah materi sensfitif ketika bercanda. Apalagi jika anda bercanda dengan orang yang baru kenal.

Materi-materi semisal keluarga dan fisik sebaiknya tidak dijadikan bahan candaan. Kecuali anda betul-betul mengenal akrab dan tahu candaan seperti itu tidak akan menyakiti hatinya maka lakukanlah. Namun jika anda tidak yakin, sebaiknya berhenti.

Martapura, 7 Juli 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *