Setelah istirahat semalam di Muara Teweh, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi.
Lokasi yang akan kami datangi berada di Kabupaten Murung Raya. Jika melihat posisinya di gmaps. Perjalanan bisa ditempuh kurang lebih 2 jam 41 menit, 3 jam lah kira-kira. Namun kami menempuhnya ternyata 2 kalinya. Total waktu kami menempuh perjalanan adalah 6 jam. Berangkat jam 8 pagi, tiba jam 2 siang. Dan ini perjalanan yang cukup berat. Perjalanan ini ternyata lebih berat daripada perjalanan ketika pertama kali saya ke Kalimantan.
Kali pertama saya ke Kalimantan. Memang jaraknya sama-sama jauh. Namun sehari perjalanan sudah sampai di lokasi.
Namun kali ini butuh waktu 2 hari perjalanan. Belum lagi ditambah medan yang cukup berat membuat tubuh butuh asupan ekstra agar tidak ambruk.
Saking beratnya perjalanan, saya tidak sempat buka-buka hp selama perjalanan. Jadinya tidak banyak dokumentasi yang bisa diabadikan. Hanya sempat memvideo Sungai Barito yang lebar dan panjangnya minta ampun—kayaknya gak ada sungai selebar dan sepanjang itu di tanah Sulawesi.
Sesaat setelah meninggalkan penginapan, hanya sebentar. Kami langsung memasuki Kawasan hutan dengan jalan yang berliku dan naik-turun. Mula-mula masih rumah masih ramai. Namun semakin jauh memasuki kawasan hutan, rumah semakin jarang dan akhirnya full hutan semua.
Jalanan yang berliku, tanjakan, dan turunan, orang disini menyebutnya cacing, jalan cacing. Mungkin diibaratkan seperti jalan yang dibuat cacing di dalam tanah. Tidak ada pola khususnya. Atau mungkin itulah pola khususnya, tidak berpola.
Cukup 2.5 jam perjalanan saya mulai merasakan mabuk darat. Kombinasi perut yang diaduk-aduk, masuk angin, gak enak badan, panas diterpa sinar matahari, dan duduk diantara tumpukan barang menjadi perpaduan sempurna untuk mengundang perasaan mual menjalar ke kerongkongan.
Tim akhirnya beristirahat di sebuah warung di tengah hutan sebelum masuk kota. Mengisi perut dengan jajajan dan susu jahe membuat badan kembali segar. Setelah 1 jam beristirahat perjalanan kami lanjutkan kembali.
Tidak butuh waktu lama. 30 menit setelah melanjutkan perjalanan kami sampai di jembatan besar di ibu kota Kabupaten Murung Raya. Sebuah jembatan yang bawahnya dialiri sungai Barito, salah satu sungai besar di Kalimantan.
Selamat datang di Kabupaten Murung Raya, berbanding terbalik dengan senyuman manis anak-anak Murung Raya.
Gunung Muro Site, 4 Juli 2024