Sungguh saya sangat katro baru mengetahui ada seorang manusia yang bernama Yusuf ‘Dalipin’ Arifin. Seorang jurnalis senior yang telah malang melintang membahas dunia perbolaan. Apa yang dibahas Yusuf Dalipin di buku ini bukanlah tentang analisis taktik sepakbola atau membahas tentang jalanya pertandingan, ataukah hal-hal yang berbau teknis, no. Seperti judul bukunya, “Dongeng Dari Negeri Bola”, buku ini bercerita tentang aspek-aspek sosial yang bersinggungan dengan dunia sepakola yang di Inggris sana.
Mengingat penulisnya sendiri pernah tinggal lama di Inggris–penulis pernah tinggal di London dari tahun 1997-2014–membaca tulisannya seperti bisa merasakan atmosfir suasana bola di Inggris menjadi lebih dekat. Tidak jarang pula terselip peristiwa-peristiwa yang hanya bisa diceritakan oleh masyarakat lokal sana (karena skala peristiwanya memang sangat lokalitas). Tidak sediki essai tersebut juga bisa menjadi bahan untuk kontemplasi.
Salah satu cerita yang saya sukai, adalah yang berjudul “Pesepakbola Skandinavia dan Falsafah Janteloven”. Dalipin–melalui temanya yang berasal dari Swedia–menceritakan mengapa superstar sepakbola asal skandinavia tidak banyak yang bertingkah.
“Intinya semua kenangan masa kecilnya selalu membenturkan dirinya dengan prinsip egalitarianisme yang ekstrem untuk menjaga harmoni: jangan pernah berpikir ita ini spesial atau lebih baik dari yang lain; jangan pernah berpikir kita lebih pintar dari orang lain; jangan menggurui orang lain, menertawakan orang lain. Kota Jante menggariskan bahwa eksistensi keakuan itu tidak ada, sementara harmoni sosial dan konformitas adalah segalanya.” (hlm 119)
Janteloven ini mungkin ada kemiripan dengan prinsip sama rata sama rasa. Sebuah prinsip yang menjadi pondasi dari walfare state. Setidaknya begitulah kata Dalipin.
Dan masih banyak lagi essai yang menarik dari Dalipin, apalagi jika kamu adalah seorang penggemar liga Inggris sejati. Tidak perlu berlama-lama lagi, saya ucapkan selamat membaca.
