Betapa sunyi sehalus sutra menyentuh tanganku
Membawa getar rasa yang tak mampu terlukiskan
Betapa rasa ini tumbuh dalam diam
Hanya tertuju padamu, Oh, Tuan

Jika saja engkau mengizinkan
Izinkan aku mencintaimu hingga napas terakhirku
Hingga tubuhku terbujur kaku tidak berdaya
Dan saat aku tidak lagi menghirup udara

Oh, Tuan
Rasa-rasanya dirimu seindah lautan yang elok
Bercahaya benderang bagai matahari menyentuh bahari
Bebas, besar dan tidak dapat dijangkau jemari

Sesungguhnya, jika engkau izinkan kali ini saja
Biarlah aku mencintaimu tiada tara
Menjagamu dalam setiap detik yang tersisa
Hingga waktu tidak lagi mengizinkan

-Ryuuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *