Sering kali ku bertanya pada diriku sejenak, apa sebenarnya definisi dari kemenangan? Menggapai sesuatu? Juara debat? Juara olimpiade? Bersifat subjektif, namun tetap saja, orang yang menggapai sesuatu terlihat berharga di mata masyarakat.
Sedangkan mereka yang kemampuan potensinya tak terlihat dibiarkan saja bagai debu yang akan segera berlalu. Tanpa seorangpun yang peduli. Dia telah mencoba mengembangkan potensinya di hadapan orang lain, sekali dia kalah dan jatuh, turunlah ekspektasi orang-orang bahwa dia sudah tidak bisa.
Sebenarnya, apa definisi dari kemenangan itu? Kutanya sekali lagi, apa definisi dan makna dari kemenangan itu?
Menurut KBBI, kemenangan adalah nomina yang berarti hal menang, keunggulan, atau kelebihan. Menggapai adalah sebuah keunggulan, kelebihan, dan kemenangan. Ada kala seseorang yang tidak menang atau mereka yang gagal berulang kali mesti mengambil jalan yang lebih keras untuk mencapai kemenangan. Namun, masyarakat terlalu terpaku pada definisi kemenangan satu-satunya: menggapai sesuatu, menang, juara umum.
Padahal jika kita lihat lagi definisi kemenangan, kemenangan itu memiliki arti yang lebih luas. Jika kita biarkan otak kita keluar dari batasnya maka mungkin kita bisa berpikir bahwa kemenangan adalah seseorang yang telah menerima dirinya sendiri. Seseorang yang kembali bangkit dari keterpurukan. Seseorang yang telah mencoba melangkah meski rasa takut menggerogoti. Seseorang yang bisa melakukan sesuatu yang tidak semua orang bisa meski dia tak menang dalam bidangnya.
Manusia terlalu terpaku pada juara, kemenangan. Namun tidak pernah melihat sisi lain dari makna kemenangan. Otak mereka bagai terbatas untuk melihat lebih dalam. Dan tak seharusnya kau tahu bahwa aku hanya mencoba menenangkan diri dengan semua ini.
-Ryuuna