Ekspresi politik primordialisme mewarnai perhelatan sirkulasi kepemimpinan di bumi Lamaranginang yang dihadirkan dalam bentuk etnisitas dan identitas diri masyarakat lokal. Ekspresi politik primordialisme ini tentunya baik jika dimaknai positif oleh setiap elit politik dan simpatisan di Bumi Lamaranginang.

Dalam Epos Candrapgupta Mauriya kita dapat memetik hikmah, dimana buah dari hasil ekspresi politik primordialisme berhasil menyatukan india raya pada tahun 324 SM dan menggulingkan serta mengusir Kekaisaran Makedonia yang dipimpin oleh Alaxsander Agung dari tanah hindustan pada masa itu. Ekspresi politik primordialisme di era itu berangkat dari rasa senasib sepenanggungan oleh masyarakat india atas penindasan dan kesewenang-wenangan yang terjadi.

Akan tetapi, Jika dimaknai negatif oleh elit politik dan simpatisan di daerah. maka ekspresi politik primordialisme ini terus berlanjut dan pada akhirnya akan menjadi politik indentitas. dimana aspek struktural akan terus diungkit berupa disparitas ekonomi masa lalu dan juga masih berlanjutnya kesulitan ekonomi saat ini yang telah memberikan alasan pembenaran upaya pemisahan diri sebuah kelompok primordial yang bertautan dengan aspek keterwakilan politik dan institusional.

Sirkulasi elit politik didaerah melalui kontestasi pilkada dapat dijalankan secara arif dan bijak oleh setiap elit politik dan simpatisan dengan mengutamakan “Politik Gagasan” tentang seperti apa arah pembangunan Bumi Lamaranginang lima tahun akan datang, bukan politik “Adu Domba” atau Politik “Pecah Bela” karena sejatihnya lawan politik dalam kompetisi politik adalah teman dalam demokrasi.

Sehingga tepat kemudian apa yang di ucapkan Chanakya guru pertama dari maharaja Candrapgupta Mauriya bahwa “Tidak ada kesederhanaan yang setara dengan pikiran yang seimbang, dan tidak ada kebahagiaan yang setara dengan kepuasan hati, tidak ada penyakit yang setara dengan ketamakan, dan tidak ada kebajikan yang setara dengan belas kasihan.”

Dan pada Akhirnya, hasil akhir dari sirkulasi elit. Seluruh masyarakat akan membersamai dalam mewujudkan Bumi Lamaranginang yang sumber daya manusianya SMART, perekonomian yang MAJU, wilayahnya yang selalu AMANJI, dan pada akhirnya pencapaian tersebut akan mengAKAR dan dikenang oleh setiap lapisan masyarakat Bumi Lamaranginang bahwa konstelasi pilkada tahun 2024 adalah yang terbaik sepanjang masa.

Penulis adalah seorang penggemar Durdhara yang lahir di Bumi Lamaranginang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *