Karya: RW

Rintih jiwa seakan menyayat jantung
Ungkap kata hanya sebuah angan
Detik tak mungkin terhenti
Kurenggut
Kucabik luka

Semakin perih namun tak peduli
Amarah jiwa
Nafsuku bergejolak
Berirama suara dalam pulau
Hah.. tak ada gunanya

Kini ku tak peduli
Ini aku!
Jangan kau usik
Ku anganku

Huh.. mereka
Hanya itu yang bisa kuucap

Kata tak bermakna
Ungkap tak berarti
Ungkap tak berangan
Ulahku, kamu, dan semua

Masamba, 12 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *