{"id":797,"date":"2024-12-05T07:04:57","date_gmt":"2024-12-05T00:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=797"},"modified":"2024-12-05T07:04:57","modified_gmt":"2024-12-05T00:04:57","slug":"es-teh-viral","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=797","title":{"rendered":"Es Teh Viral"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gus Miftah ngegoblokin penjual es teh. Kasusnya viral, di rujak netizen, klarifikasi dulu, minta maaf, selesai. Seperti itulah pola umumnya. Dan sebagai bangsa pemaaf, kita maafin aja deh. Gak usah diperpanjang. Masalah selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitulah polanya kasus-kasus viral yang menyerempet public figur di Indonesia ini. Selesai begitu saja tanpa adanya pembelajaran. Toh besok orang itu masih eksis riwa-riwi ke mana-mana tanpa rasa bersalah. Syukur-syukur kalau besok tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kadang-kadang ada juga orang bodoh yang kembali terperosok ke lubang yang sama. Haduuuh..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah dirujak netizen, alih-alih minta maaf. Lebih penting menglarifikasi terlebih dahulu. &#8220;Itu cuman guyonan&#8221;. Kata koleganya. Yang menglarifikasi ternyata temannya bukan dianya sendiri. Tidakkah dia merasa bersalah? Hujatan netizen semakin ganas. Akhirnya secara terbuka Partai Gerindra&#8211;partainya Presiden&#8211;menegur GM secara terbuka di salah satu unggahan sosmednya. Gus Miftah pun mendatangi si penjual es teh dan meminta maaf. Apakah permintaan maaf itu murni datang dari hati terdalam Gus Miftah karena merasa bersalah? Ataukah permintaan maaf itu hanya karena melaksanakan perintah atasan? Hanya Gus Miftah yang punya jawabannya. Namun apapun itu, ini adalah kesalahan konyol yang dilakukan oleh seorang public figure. Apalagi public figure itu adalah seorang pejabat negara. Kacau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau memang itu adalah guyonan maka itu adalah guyonan terburuk. Di mana letak unsur humornya? Penjual es tehnya kok gak ketawa? Yang ketawa terbahak-bahak malah gengnya. Oh, berarti guyonan itu hanya untuk kalangan tertentu. Guyonan itu hanya untuk gengnya sendiri. Itu berarti guyonan itu tidak untuk orng lain, terbatas hanya untuk kalangan sendiri. Lah kalau terbatas, kok malah dilakukan di tempat terbuka yang semua orang bebas saja mau merekam. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebanyakan kita memang terlalu bodoh dalam berguyon. Haruskah guyon menggunakan diksi-diksi yang kasar? &#8220;goblok&#8221; apa yang lucu dari kata goblok? Mengapa kalian bisa menormalisasi kata-kata kasar untuk sebuah goyunan. Berhentilah menormalisasi kata-kata kasar dan hina sebagai guyonan. Itu bukan goyunan keren. Itu menandakan kedangkalan berpikirmu. Ketidakmampuanmu mengolah apa yang ada dalam pikiran karena rendahnya akal, hingga hanya menyisakan kata-kata kotor, hinaan, kasar yang menjadi pilihan kata. Dan itulah yang kau ucapkan. Berhentilah guyon dengan kata-kata kasar. Apalagi jika kata guyonan itu kau lontarkan kepada mereka yang status sosialnya lebih rendah darimu. Maka itu bukanlah guyon. Itu adalah hinaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sorry to say. Cara minta maaf Gus Miftah pun tidak memperlihatkan sepenuhnya kalau memang dia bersalah. Merangkul seperti ingin menunjukkan kalau status sosialnya dia lebih tinggi dari Pak Sunhaji penjual es teh. Gak perlu sok akrab setelah menghina orang. Ah mungkin hanya saya saja yang berpikiran gitu. Berekspektasi terlalu tingi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"393\" src=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/momen-akrab-gus-miftah-dan-sunhaji-saat-bertemu-di-magelang-rabu-4122024_169.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-798\" srcset=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/momen-akrab-gus-miftah-dan-sunhaji-saat-bertemu-di-magelang-rabu-4122024_169.jpeg 700w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/momen-akrab-gus-miftah-dan-sunhaji-saat-bertemu-di-magelang-rabu-4122024_169-300x168.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Plot twistnya. Si penjual es teh masuk Banser dan diumrohkan sma Gus Miftah. Bukan cuman ketiban durian runtuh dari Gus Miftah. Dari influncer-influencer lain juga dapat. Willie Salim ngasih duit tunai Rp. 100 juta, anaknya dapat beasiswa pendidikan, umrah gratis dari Ustadz Muhammad Fakhrurrazi Anshar, dan donasi dari netizen. Sepertinya membahas fenonema ini juga menarik deh. Ketika orang-orang yang status sosial dan ekonominya lebih tinggi &#8220;mengeksploitasi&#8221; isu-isu yang korbannya memakan orang kecil. Tapi kita tidak akan bahas di sini. Kita bahas lain kali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gus Miftah ngegoblokin penjual es teh. Kasusnya viral, di rujak netizen, klarifikasi dulu, minta maaf, selesai. Seperti itulah pola umumnya. Dan sebagai bangsa pemaaf, kita maafin aja deh. Gak usah diperpanjang. Masalah selesai. Begitulah polanya kasus-kasus viral yang menyerempet public figur di Indonesia ini. Selesai begitu saja tanpa adanya pembelajaran. Toh besok orang itu masih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-797","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=797"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":799,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/797\/revisions\/799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}