{"id":681,"date":"2024-10-15T20:26:02","date_gmt":"2024-10-15T13:26:02","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=681"},"modified":"2024-10-25T10:17:46","modified_gmt":"2024-10-25T03:17:46","slug":"panggung-trias-politica","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=681","title":{"rendered":"Panggung Trias Politica"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konsep trias politica kita mengenal ada tiga lembaga kekuasaan yang masing-masing memainkan perannya dalam menjalankan sebuah institusi besar yang disebut negara. Kita mengenalnya Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Idealnya tidak ada dari ketiga lembaga ini yang menjadi superpower. Masing-masing memiliki kukuatan yang sama, wewenang dan wilayah kerjanya saja yang berbeda. Namun ada satu lembaga yang bisa dikatakan mendapat sorotan paling banyak, yaitu eksekutif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Eksekutif mendapat sorotan paling banyak diantara yang lain sebab produk-produk dari eksekutiflah yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat banyak. Sebab memang disitulah kewenangan eksekutif. Dua yang lain, legislatif dan yudikatif kebanyakan bekerja dalam ruang rapat. Melakukan pengawasan dan peradilan. Sebab memang di situlah kewenangan dan wilayah kerja keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sorotan yang tertuju ke eksekutif seperti sorotang yang diterima oleh striker dalam tim sepakbola. Anggaplah dalam sebuah tim sepakbola, eksekutif adalah striker yang bertugas mencetak sebanyak mungkin gol. Semakin banyak gol yang dicetak semakin bagus pula kerja striker. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aturan dalam pertandingan sepakbola sederhana saja. Tim yang mencetak banyak gol adalah pemenangnya. Walaupun sebuah tim sudah kebobolan 10 gol, jika tim itu mampu mencetak 11 gol, maka tim itulah pemanangnya. Sesederhana itulah aturannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan utama sepakbola adalah mencetak gol. Dan mencetak gol adalah tugas striker. Maka wajar kalau striker akhirnya mendapatkan panggung yang lebih luas ketimbang pemain yang berada di posisi lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia dengan sendirinya bekerja dengan pakem seperti itu. Penghargaan Ballon d&#8217;Or kebanyakan diraih oleh pemain yang berposisi penyerang. Dalam 10 tahun terakhir, hanya ada satu pemain yang berhasil memenangi Ballon d&#8217;Or yang tidak berposisi sebagai penyerang, pemain itu adalah Luca Modric. Benzema, Messri, dan Ronaldo semua adalah pemain depan yang sudah menggelontorkan banyak gol. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi ingat sepakbola adalah permainan tim. Permainan tim membutuhkan kerja sama yang kolektif. Punya pemain bintang kalau kerja sama tim tidak kompak akhirnya kalah juga dengan tim yang tidak punya pemain bintang namun punya kerja sama tim yang solid. Leicester pernah melakukannya. Di tengah gempuran klub besar toh Leicester mampu memenangkan gelar Liga Inggris mengangkangi klub besar yang punya banyak pemain bintang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tim sepakbola juga ada bek dan gelandang. Bahkan ada kiper juga yang bisa melakukan build up serangan dari bawah. Kiper, bek, gelandang, dan striker harus bekerja sama untuk mecapai tujuan yang satu: menyerang untuk mencetak gol dan bertahan agar tidak kebobolan. Percuma kan mencetak 10 gol tapi kebobolan 11 gol. Maka dari itu bertahan pun juga tidak boleh dilupakan. Peran kiper, bek, dan gelandang tidak boleh dilupakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sistem pemerintahan pun seperti itu. Ketiga lembaga trias politika ini harus saling bekerja sama jika ingin menjadikan institusi negara menjadi kuat. Semua posisi harus diisi orang-orang yang mempunyai komepetensi yang sesuai. Punya eksekutif kuat namun yudikatif yang lemah. Gampang saja memasukkan eksekutif ke penjara. Punya legislatif kuat tapi eksekutif yang payah. Rakyat bisa menderita. Punya yudikatif kuat tapi legislatif lemah. Maka kehilangan arah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hanya dengan ketiganya bekerja secara solid dan paham tanggung jawabnya masing-masing, sebuah negara bisa menjadi maju. Dan tentunya orang-orangnya juga harus kompeten. Kompeten bukan berarti orang-orangnya adalah yang punya nama besar. Nilai kompetensi tidak melulu melekat pada nama besar.  Nilai kompeten melekat pada aspek kompeten itu sendiri: kecakapan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun bagaimana jika semua pihak telah bekerja sama padu untuk kongkalikong. Aah repot lah kalau sudah begini. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam konsep trias politica kita mengenal ada tiga lembaga kekuasaan yang masing-masing memainkan perannya dalam menjalankan sebuah institusi besar yang disebut negara. Kita mengenalnya Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Idealnya tidak ada dari ketiga lembaga ini yang menjadi superpower. Masing-masing memiliki kukuatan yang sama, wewenang dan wilayah kerjanya saja yang berbeda. Namun ada satu lembaga yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-681","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":719,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/681\/revisions\/719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}