{"id":594,"date":"2024-09-16T09:21:21","date_gmt":"2024-09-16T02:21:21","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=594"},"modified":"2024-09-16T09:21:21","modified_gmt":"2024-09-16T02:21:21","slug":"jam-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=594","title":{"rendered":"Jam Tangan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setidaknya ada dua barang yang penting untuk selalu dibawah jika keluar rumah&#8211;pengecualian untuk kunci rumah dan kunci motor. Barang itu adalah dompet dan HP. Zaman sekarang, dua benda ini adalah benda keramat kalau orang mau keluar rumah. Dompet untuk memenuhi segala kebutuhan yang berkaitan dengan kartu-kartu dan uang. Dan HP&#8211;smartphone saat ini&#8211;untuk memenuhi segala kecanduan manusia terhadap satu perangkat revolusioner. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun untuk saya sendiri, ada satu perangkat yang hampir selalu terbawa pada saat saya keluar rumah. Benda ini bisa jadi sudah menjadi identitas saya di mata orang-orang. Benda itu adalah jam tangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi orang yang kenal dengan, pasti sudah familiar dengan jam tangan Casio yang selalu menempel di tangan kiriku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jam tangan Casio sudah menjadi identitas diriku. Seperti ada yang kurang jika saya keluar tanpa memakai jam tangan. Rasa galau saya keluar rumah tanpa jam tangan mungkin hampir sama rasanya dengan rasa galau jika keluar rumah tanpa membawa HP. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti ada yang kurang, seperti ada yang mengganjal. Makanya hampir dipastikan jika saya keluar rumah, mau itu jarak dekat atau jarak jauh. Sekedar jalan-jalan sore keliling kompleks ataupun pergi ke luar kota, jam tangan pasti selalu menempel di tangan kiriku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah lama saya senang menggunakan jam tangan. Bagiku jam tangan adalah salah satu benda yang paling saya senangi. Saya senang memakai jam tangan, sesederhana itu saja sih. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak kecil saya sudah senang menggunakan jam tangan. Dan hadiah jam tangan adalah hadiah yang paling kusenangi waktu kecil dulu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa jam tangan yang masih kuingat yang pernah kupakaia waktu kecil dulu. Ada jam tangan dengan karakter animasi, ada juga jam tangan model G Shock&#8211;entah apa merknya waktu itu&#8211;waktu SD, ada jam tangan kayak punya Conan yang kaca penutupnya bisa tegak, ada juga jam tangan murahan warna hitam yang jarumnya melenceng agak aneh, ada jam tangan rantai waktu SMA. Jam tangan selalu memberikan memori yang berbekas dalam benakku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya mulai rutin menggunakan jam tangan saat keluar rumah adalah waktu SMA, mungkin tahun 2010. Waktu itu saya membeli sebuah jam tangan rantai. Harganya cukup mahal untuk seukuran anak SMA waktu itu. 300 ribu harganya. Uangku cuman 150 ribu, 150 ribunya ditambahkan sama bapak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jam tangan itu saya pakai sampai tahun 2014. Karena bosan dan juga sadar kalau jam tangan rantai tidak cocok dengan jiwa outdoorku. Akhirnya saya berganti ke jam tangan yang lebih sporty.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maunya Casio, cuman ya memang mahasiswa bokek gak punya uang. Jadinya beli yang tiruannya Casio saja. Dapatlah harganya 80 ribu. Bertahan sampai tahun 2018. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahun 2018 saya ganti lagi. Kali ini sudah mandiri, sudah punya penghasilan sendiri. Keinginan lama pakai jam tangan Casio akhirnya tercapai juga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya memilih Casio seri AE-1000W, atau bisa juga dikenal dengan Casio Illuminator. Rp. 369 ribu harganya waktu itu, entah berapa harganya saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gampang saja menjatuhkan pilihan ke Casio. Pertama saya memang penggemar Casio. Jadi tentu saya nyari barangnya Casio dulu baru nengok ke yang lain. Kedua visual AE-1000W terlihat futuristik dan cocok di segala medan dan segala momen. Cocok kegiatan indoor maupun outdoor. Cocok untuk acara formal, semi formal, maupun non formal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan terakhir adalah harga dan ketahanan. Barang Casio memang terkanal dengan durabilitas dan harganya terjangkau. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir tujuh tahun saya memakainya, baterai belum pernah ganti sekalipun. Hanya pengait strapnya saja yang sudah putus. Strapnya sendiri masih kuat sampai sekarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan sepertinya bakalan lama saya akan bersama dengan Casio Illuminatior ini. Saya tipe orang yang bisa bertahan lama dengan sesuatu jika sudah cocok. Harapannya saya tidak perlu ganti jam tangan lagi sampai mati sekalian lah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jam tangan adalah waktu itu sendiri. Memang itulah fungsi jam tangan: memperlihatkan waktu terupdate. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya sangat menghargai waktu. Saya tidak senang terlambat dan saya tidak senang membuat orang menunggu. Janjian tepat waktu itu penting. Orang-orang Indonesia harus belajar menghargai waktu jika mau menjadi Indonesia Emas 2045. Omong kosong Indonesia Emas 2045 jika kita masih saja menghukum orang-orang yang datang tepat waktu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Janjian tepat waktu juga harus menjadi identitas setiap muslim. Muslim yang paham dan taat agamanya sudah terbiasa shalat tepat waktu, tidak lewat tidak juga terlambat. Menjadi sebuah tragedi ketika ada seorang muslim bisa shalat tepat waktu 5 kali sehari tanpa ketinggalan takbiratul ikhram namun terlambat ketika janjian. Orang yang terbiasa shalat tepat waktu haruslah juga terbiasa menetapi waktu janjian. Jika dia masih terlambat dari waktu janjian, berarti esensi shalat belum melekat sepenuhnya kepada dirinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak usah merasa tersindir. Ini adalah nasihat untuk saya sendiri juga kok. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"408\" height=\"408\" src=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image.avif\" alt=\"\" class=\"wp-image-595\" srcset=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image.avif 408w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-300x300.avif 300w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/image-150x150.avif 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 408px) 100vw, 408px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.casio.com\/us\/watches\/casio\/product.AE-1000W-7AV\/\">https:\/\/www.casio.com\/us\/watches\/casio\/product.AE-1000W-7AV\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setidaknya ada dua barang yang penting untuk selalu dibawah jika keluar rumah&#8211;pengecualian untuk kunci rumah dan kunci motor. Barang itu adalah dompet dan HP. Zaman sekarang, dua benda ini adalah benda keramat kalau orang mau keluar rumah. Dompet untuk memenuhi segala kebutuhan yang berkaitan dengan kartu-kartu dan uang. Dan HP&#8211;smartphone saat ini&#8211;untuk memenuhi segala kecanduan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-594","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":596,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/594\/revisions\/596"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}