{"id":498,"date":"2024-08-22T13:40:14","date_gmt":"2024-08-22T06:40:14","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=498"},"modified":"2024-08-22T13:40:14","modified_gmt":"2024-08-22T06:40:14","slug":"politik-hari-ini-hanyalah-perebutan-kekuasaan-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=498","title":{"rendered":"Politik Hari Ini Hanyalah Perebutan Kekuasaan (4)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partai Gelora ini rodo lucu. Penghapusan threshold itu ide besarnya FH sejak jauh-jauh hari. Maunya FH tidak ada lagi threshold, baik paik itu presidensial, parlementer, maupun sampai ke Pilkada. Semua thrshold di hapuskan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya pun juga sepakat semua threshold itu dihapuskan. Kalau perlu hubungan dengan partai sekalian dihapuskan juga. Orang yang berhasil menjadi anggota DPR\/DPRD\/Presiden-Wapres\/Gubernur-Wagub\/Bupati-Wabup, Semua yang menang Pilkada, Legislatif, dan Pilpres secara otomatis bukanlah lagi anggota parpol begitu mereka dilantik. Mereka-mereka yang berhasil, murni menjadi milik rakyat ketika mereka mejabat. Ya, walaupun harapan ini mungkin terlalu idelis untuk direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terbukti dengan adanya threshold ini jumlah kandidat untuk bisa nyalon terbatas. Akibatnya para parpol melakukan koalisi kongkalikong. Semua sudah diatur sesuai dengan kesepakatan. Saling menyandra. Adu tawar menawar kayak di pasar. Kepentingan rakyat? Nanti aja ya. Lebih penting gue dapat apa kalau gabung di koalisi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang seperti ini kemudian menjadi sasaran empuk oligarki yang isinya orang-orang berduit dan berkepentingan. Pemodal besar dana kampanye juga sudah pasti memasukkan kepentingannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau sudah begini, calon yang berhasil memenangkan kontestasi politik sudah pasti akan tersandera dengan kelompok geng yang mengusulnya. Mereka-mereka yang menang tidak akan pernah bisa menjadi milik rakyat seutuhnya. Sebab kepentingan pemodal sudah merantai kakinya. Tidak akan pernah leluasa untuk bergerak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah kenyataan politik hari ini. Hari ini saya mungkin berseberangan dengan FH&#8211;ironisnya malah menjadi salah satu politisi yang saya kagumi&#8211;akibat tindak tanduknya akhir-akhir ini. Tapi jujur, saya setuju dengan idenya menghapuskan threshold. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan Gelora. Ah, saya pun pernah satu kolam dengan mereka-mereka. Sedikit banyak saja juga tahu sedikit tentang mereka. Saya pun juga tertarik dengan ide besarnya, &#8220;Indonesia Super Power Baru&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jiwa Gelora dan PKS kurang lebih sama: Islam Politik. Intisari dengan PKS tidak jauh beda. Hanya saja mereka menawarkan kemasan baru yang berbeda dengan PKS. Jika PKS terkesan dengan citra yang sangat eksklusif sebagai Partai Islam. Maka Gelora menawarkan sebuah Partai Islam yang lebih terbuka dan moderat. Tidak terlalu kearab-araban kayak PKS lah. Namun intisarinya tetap sama Islam Politik. Jangan lupa, Anis Matta itu lulusan LIPIA. Gelarnya Lc. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaannya mungkin terletak di tafsiran keislamannya terkait dengan aplikasi politik praktis. Gelora ingin menampilkan wajah keislaman yang lebih terbuka kepada publik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun itu semua tetap tidak merubah watak dan perilaku Gelora dalam politik praktis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walau membawa jiwa Islam dalam politiknya. Toh tetap saja Gelora memiliki watak yang tidak jauh beda dengan parpol yang lain. Buas dan oportunis ketika dengan penguasa. Trik dan rekayasa muslihat sudah menjadi hal biasa dipertontonkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yah sebenarnya bukan hanya Gelora saja sih. PAN, PKB, PPP, bahkan PKS sekalipun, hampir semua partai yang beraura Islam juga begitu buas dan oportunis ketika sudah berada di kursi empuk anggota dewan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak jarang atau bahkan terlampau sering partai-partai itu justru berseberangan dengan rakyat. Walau dalam berbagai pidatonya mereka selalu bilang kekuasaan di tangan rakyat. Entah rakyat mana yang dimaksud. Kita saja yang mungkin terlalu pede dianggap rakyat oleh parpol-parpol itu. Padahal yang dimaksud parpol adalah rakyat-rakyat yang punya duit. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalian memang hanya menganggap politik sebagai ajang perebutan kekuasaan. Sehingga segala cara kau lakukan demi bisa melenggang ke kursi penguasa. Kalau tidak bisa berkuasa, minimal jadi jongosnya penguasa lah. Paling tidak kan dapat gula-gula berkuasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalian mau menarik investor untuk datang. Bagaimana caranya investor mau masuk? Bagaimana caranya investor yakin naruh duit di Indonesia? Jika kalian sendiri yang buat suasana politik terus-terusan ribut kayak gini. Kalian yang berangan-angan, kalian sendiri yang mengahncurkan angan-angan itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ah sudahlah seperti inilah wajah politik kita, wajah kemunafikan. Bahkan yang ngakunya Partai Islam pun juga munafik kok. Bagaimana Islam mau bangkit. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Partai Gelora ini rodo lucu. Penghapusan threshold itu ide besarnya FH sejak jauh-jauh hari. Maunya FH tidak ada lagi threshold, baik paik itu presidensial, parlementer, maupun sampai ke Pilkada. Semua thrshold di hapuskan. Saya pun juga sepakat semua threshold itu dihapuskan. Kalau perlu hubungan dengan partai sekalian dihapuskan juga. Orang yang berhasil menjadi anggota DPR\/DPRD\/Presiden-Wapres\/Gubernur-Wagub\/Bupati-Wabup, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-498","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":499,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/498\/revisions\/499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}