{"id":369,"date":"2024-06-20T14:48:18","date_gmt":"2024-06-20T07:48:18","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=369"},"modified":"2024-06-20T14:48:18","modified_gmt":"2024-06-20T07:48:18","slug":"politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=369","title":{"rendered":"Politik"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia politik ibarat dunia perdagangan. Ada pembeli, ada penjual, ada pasar, dan ada transaksi. Transaksinya pun beragam macam. Ada transaksi legal maupun tidak legal. Transaksi langsung ataupun tidak langsung lewat broker. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagaimana dunia perdagangan. Akan selalu ada masa-masa dimana pasar begitu ramai dan begitu banyak transaksi terjadi. Orang biasa menyebutnya hari pasar. Hari dimana orang-orang tumpah ruah dan melakukan banyak transaksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau bisa juga pas ada hajatan berupa pameran. Ketika diskon di mana-mana. Barang menjadi turun harga karena permintaan yang meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan pasar juga ada sisi gelapnya. Ketika barang-barang dijual tidak sesuai dengan spesifikasinya. Entah itu kemahalan atau bahkan kemurahan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada juga sisi gelap yang lain. Spesifikasi barang sudah benar, sudah sama-sama tahu. Namun yah, itu komoditas haram. Misal kayak perdagangan narkoba.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ataukah bagian gelap dari sisi transaksi. Sebenarnya gak haram. Namun perdagangannya banyak merugikan banyak orang. Perdagangan lewat broker misal. Iya kalau brokernya adalah lapisan pertama. Kalu brokernya sudah lapian ke seratus tentu sudah parah. Harga komoditas menjadi tidak wajar karena banyaknya mata rantai pos-pos lewatnya barang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu kalau perdagangan dan pasar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau politik beda lagi. Bedanya ada pada implikasi yang dihasilkan. Implikasi yang diberikan oleh politik tentu sangat berdampak dalam setiap inci kehidupan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sama dengan perdagangan. Politik pada dasarnya adalah perdagangan. Perdagangan ideologi dan policy. Siapa politisi yang paling laku (baca menang) maka ideologi dan kebijakannya lah yang akan berlaku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilu dan pilpres yang baru saja kita lewati kemarin adalah hajatan terbesar dalam dunia politik tanah air. Jangan lupa pilkada serentak November mendatang telah menanti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ada hajatan besar politisi-politisi akan turun ke jalan menjajakan jualannya. Berbagai macam cara dilakukan supaya jualannya laku. Mau itu cara kotor atau bersih, yang penting laku. Tidak peduli barang daganganya busuk, jual saja. Biar masyarakat yang pilih. Begitu katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Parahnya masyarakat kita bodoh. Hanya 6,41% warga Indonesia yang yang mengenyam pendidikan tinggi. Itu setara dengan 17 jutaan dari 275 juta warga Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggaplah yang pintar hanya 17 juta. Berarti ada 258 juta yang bodoh. Ada 258 juta warga yang tidak benar-benar tahu untuk mengetahui mana politisi yang busuk mana yang harum. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan bermaksud menghakimi. Tapi masyarakat yang bodoh memang santapan lezat politisi busuk. Itulah alasan kenapa pendidikan kita dibiarkan begini saja. Berjalan tanpa tau arah dan tujuannya seperti apa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masih segar diingatan kenaikan UKT kampus negeri kemarin. Sudah masyarakatnya gak banyak yang bisa kuliah. Eh malah tambah dibatasi dengan kenaikan UKT. Apes.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau sudah mau hajatan politisi-politisi mulai jualan lagi. Banyak juga yang ngasih cashback kalau misalnya berhasil naik. Dikasihlah Rp. 200.000 pas kampanye. Harapannya kehidupan berubah setelah si politisi naik. Kesejahteraan naik, bareng dengan si politisi. Selesai hajatan. Politisinya naik, kesejahteraannya malah tinggal. Duuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat. Tapi sayang tidak banyak politisi yang care dengan pendidikan politik di masyarakat. Sebab lebih mudah mengarahkan orang yang tak berpendidikan daripada yang berpendidikan. Itulah kenapa derajat orang-orang yang berilmu lebih tinggi beberapa derajat di banding orang yang tak berilmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah pentingnya pendidikan. Agar kita tahu ternyata banyak alternatif-alternatif yang tersedia dalam hidup ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah pentingnya ilmu. Agar kita tahu resiko dari keputusan yang kita ambil. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendidikan memang sebegitu pentingnya dalam kehidupan manusia. Pendidikan yang baik tentu memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan manusia. Termasuk ke urusan politik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan ini kok malah mengarah ke pendidikan bukannya politik ya? Ya pokoknya begitulah maksudku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia politik ibarat dunia perdagangan. Ada pembeli, ada penjual, ada pasar, dan ada transaksi. Transaksinya pun beragam macam. Ada transaksi legal maupun tidak legal. Transaksi langsung ataupun tidak langsung lewat broker. Sebagaimana dunia perdagangan. Akan selalu ada masa-masa dimana pasar begitu ramai dan begitu banyak transaksi terjadi. Orang biasa menyebutnya hari pasar. Hari dimana orang-orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-369","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=369"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":373,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/369\/revisions\/373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}