{"id":343,"date":"2024-06-13T01:49:33","date_gmt":"2024-06-12T18:49:33","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=343"},"modified":"2024-06-13T01:49:33","modified_gmt":"2024-06-12T18:49:33","slug":"kesalahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=343","title":{"rendered":"Kesalahan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiap orang melakukan kesalahan tanpa terkecuali. Mau presiden ataupun rakyat jelata. Yang muda, yang tua. Semua manusia melakukan kesalahan pengecualian untuk malaikat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Level kesalahan pun bisa bertingkat. Mulai dari kecil, menengah, sampai besar. Persis kayak tegangan listrik, ada tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dampak dari kesalah juga berbagai macam. Mulai dari yang merusak sampai tidak berdampak apa-apa sama sekali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan yang terpenting adalah respon manusia ketika seseorang melakukan kesalahan. Ada yang marah besar sampai merusak. Ada juga yang&#8230; Ah sudahlah. Dan berlalu begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada yang memperpanjang masalah sampai berlarut-larut, ada juga yang cukup selesai sampai disitu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan ketika melakukan kesalaan tentu saja harus minta maaf. Mudah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun memaafkan? Sebentar sebentar. Ini lain perkara. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hey, tuhan saja loh maha pemaaf, masa kamu tidak bisa memaafkan. Ya gimana, masalahnya saya bukan tuhan, saya manusia. Mana ada manusia maha pemaaf. Sifat-sifat tuhan kan gak mungkin sama dengan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aah memang repot lah jadi manusia. Kesalahan kecil saja sakit hatinya luuama pol. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah sama tetangga lah, sama teman kantor, sama teman nongkrong, suami-istri, anak dan orang tua. Memang benar apa yang dikatakan Ichiro Kisimi dan Fumitake Koga, bahwa masalah itu muncul dari hubungan interpersonal. Andaikata hidup sendiri di dunia, gak mungkin kan ada semua masalah itu. Sama gak mungkinnya mengkhayalkan manusia hidup sendiri di dunia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Repot ya memang jadi manusia. Mau jadi tuhan gak mungkin. Mau jadi manusia, eh gak tahan dengan kelakuan orang-orang yang gak punya empati. Hadepin orang-orang yang nirempati ini memang repot lah. Dia cuma mikirin dirinya sendiri, gak sempat mikirin orang lain. Yang penting saya dulu, yang lain gak ngurus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal kalau mau pake logika terbalik, kita manusia ini bisa masuk kategori hamba yang terlaknat. Loh kok bisa? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya bisalah. Sekarang gini, tuhan itu kan maha pemaaf, maha pengampun. Dosamu seluas samudra, setinggi gunung, sedalam palung mariana, dan sebanyak butir pasir di pantai saja masih bisa dimaafkan. Masa kamu yang cuman manusia biasa gak bisa memafkan kesalahan istrimu karena gak ada masakan di meja makan. Jadinya sombong dong. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya tapi itu tadi. Saya kan bukan tuhan. Tuhan bisa melakukan itu, saya yang manusia gak bisa. Orang banyak alesan kayak gini memang enaknya dikubur hidup-hidup saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru kamu itu manusia makanya harus belajar memaafkan. Tuhan saja yang menciptakanmu, yang maha segalanya di dunia ini bisa memaafkan loh kamu kok dengan sombongnya gak mau memafkan. Padahal ya itu tadi. Paling masalahmu kayak gimana sih. Paling kayak gitu-gitu aja kan. Lah tuhan ngadepin masalahnya semua manusia loh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan maksud nyindir orang lain. Ini jadi pengingat saya sendiri. Kadang juga kesabaran saya setipis tisu. Kena air sedikit rusak deh. Perkara sabar saya pun juga masih perlu banyak belajar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal sabar ini, ada sedikit yang kupahami dari selintas ceramah Gus Baha yang pernah kudengar. Kurang lebih bahasanya kayak gini: kalau istrimu masih shalat, masih syahadat. Ya sudahlah. Biasa saja kalo misal ada kesalahan sedikit. Gak nyuci baju lah, lupa masak, rumah berantakan. Ya sudah biarkan saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi kalau kesalahan itu cuman kesalahan sepele, bukan yang serius, bukan yang fundamental. Ya sudah dimaafkan lah, biarkan saja. Kenapa sih terlalu serius melihat masalah itu. Lupa masak bisa beli makan. Gak sempat nyuci bisa nyuci besok atau landry. Rumah berantakan ya biarkan saja. Yang penting gak berantakin rumah orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua masalah itu ada solusinya. Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan yang tidak bisa diselesaikan hambanya. Asal manusia mau berpikir dan berusaha, pasti ada saja jalan keluarnya. Tidak usah dipikirkan pun bisa jadi jalan keluar. Heuheuheu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiap orang melakukan kesalahan tanpa terkecuali. Mau presiden ataupun rakyat jelata. Yang muda, yang tua. Semua manusia melakukan kesalahan pengecualian untuk malaikat. Level kesalahan pun bisa bertingkat. Mulai dari kecil, menengah, sampai besar. Persis kayak tegangan listrik, ada tegangan rendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi. Dampak dari kesalah juga berbagai macam. Mulai dari yang merusak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-343","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=343"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":348,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/343\/revisions\/348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}