{"id":334,"date":"2024-06-09T05:37:41","date_gmt":"2024-06-08T22:37:41","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=334"},"modified":"2024-06-09T05:37:41","modified_gmt":"2024-06-08T22:37:41","slug":"yang-bikin-rusak-adalah-orang-kita-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=334","title":{"rendered":"Yang Bikin Rusak Adalah Orang Kita Sendiri"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam banyak kasus, yang justru bikin rusak adalah orang kita sendiri. Mahasiswa tawuran merusak fasilitas kampusnya sendiri. Suporter rusuh merusak fasilitas klubnya sendiri. Malas gerak akhirnya merusak kesehatan sendiri. Orang Islam tapi dalam kesehariannya malah malas, merusak, mengganggu. Sikap-sikap yang justru mencedari agama Islam itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terbaru dari postingan IG Makassar Info, sekelompok ormas Islam di Makassar menggerebek coffe shop dan menyuruh pengunjungnya keluar. Parahnya salah satu pengunjungnya sampai dipukul. Perkaranya coffe shop itu dianggap dengan pro Israel. Datanglah ormas pro Palestina kemudian menggerebek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang kayak begini justru merusak Islam itu sendiri. Agama digunakan sebagai senjata untuk konfrontasi sesama orang Islam sendiri. Seakan-akan kalau melawan mereka itu berarti melawan Islam. Padahal ini cuman perkara beda sikap saja dalam menanggapi sebuah isu.   <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Andai kata mau berpikir jernih. Bukan berarti orang-orang yang ada di coffe shop tadi juga pro Israel. Mungkin saja mereka malah pro Palestina. Hanya karena ada suatu yang mendesak, mereka kemudian pergi ke coffe shop. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tindakan semaugue yang seperti ini sudah harusnya dihentikan. Pantang bagi orang Islam berlaku semena-mena. Dalam urusan agama saja tidak ada paksaan, mengapa begitu serius untuk urusan dunia? Sudah jelas prinsipnya, &#8220;bagimu agama, bagiku agamaku&#8221;. Tapi kenapa ke sesama muslim saja kita begitu ganas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Soal boikot, prinsipku jelas. Boikotlah sebisamu. Kalau ada produk yang mungkin tidak bisa diganti dengan produk yang lain, padahal produk tersebut merupakan produk terafiliasi. Ya sudah biarkan saja dulu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketimbang boikot, jauh lebih nyata jika kau menyuarakan Palestina di setiap postingan medsosmu. Itu jelas lebih berdampak daripada hanya boikot. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left wp-block-paragraph\">Pengusaha yang semena-mena. Yang memecat karyawan tanpa ada permasalahan yang jelas. Yang hanya memikirkan keuntungan perusahaan daripada kesejahteraan keryawan. Sudah cukup. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiap hari ngomongin agama seakan paling paham soal agama ternyata begitu kejam dalam keseharian. Begitu pedas pilihan kata-katanya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika agama hanya hadir dalam relung intelektual namun tidak meresap kedalam hati. Hasilnya adalah orang-orang yang pandai berdebat dan beretorika namun minim empati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah cukup semua itu. Jangan merusak agama ini menjadi lebih parah. Memahami agama tidak cukup, meresapi agama harus dilakukan. Isi kepala dijejali pengetahuan agama, namun minim praktek dalam keseharian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin kita perlu &#8220;berhenti sejanak&#8221; menambah pengetahuan agama. Dan mulai mengamalkan pengetahuan agama itu. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam banyak kasus, yang justru bikin rusak adalah orang kita sendiri. Mahasiswa tawuran merusak fasilitas kampusnya sendiri. Suporter rusuh merusak fasilitas klubnya sendiri. Malas gerak akhirnya merusak kesehatan sendiri. Orang Islam tapi dalam kesehariannya malah malas, merusak, mengganggu. Sikap-sikap yang justru mencedari agama Islam itu sendiri. Terbaru dari postingan IG Makassar Info, sekelompok ormas Islam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-334","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":336,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/334\/revisions\/336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}