{"id":174,"date":"2024-02-19T11:31:26","date_gmt":"2024-02-19T04:31:26","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=174"},"modified":"2024-02-19T11:31:26","modified_gmt":"2024-02-19T04:31:26","slug":"sesuk-tere-liye","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=174","title":{"rendered":"Sesuk &#8211; Tere Liye"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika melihat sekilas cover depan dan belakangnya terlihat sepertinya buku ini bergenre horor. Cover depan memperlihatkan sebuah pohon besar dengan burung gagak yang hinggap di dahan pohon, ditambah siluet anak lagi mengintip di belakang pohon. Hurus Sesuk sendiri menggunakan font yg seram khas genere horor. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Blurb buku sendiri sudah cukup menggambarkan jelas buku ini buku horor, &#8220;Dia bisa ke mana pun dia mau, dia tidak bisa dikurung, Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas&#8230;.&#8221;. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-18-at-16.27.55_8edd59ce-768x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-181\" style=\"width:361px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-18-at-16.27.55_8edd59ce-768x1024.jpg 768w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-18-at-16.27.55_8edd59ce-225x300.jpg 225w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/WhatsApp-Image-2024-02-18-at-16.27.55_8edd59ce.jpg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun itu semua berubah setelah tuntas membaca bukunya sampai akhir. Ini bukan buku horor gaes, mungkin lebih tepatnya thriller. Kalau sering-sering mengamati tulisan-tulisan Tere Liye, memang agak ganjil kalau Tere Liye akan membuat suatu novel horor. Mengingat tulisannya lebih berkesan realis dan logic. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SINOPSIS NOVEL<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Novelnya menceritakan Gadis sebagai tokoh utama. Dikisahkan bahwa Gadis sekeluarga akan pindah ke rumah besar yang terkesan angker yang terletak di Desa. Sebabnya adalah kejadian dua minggu lalu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua minggu lalu, adik bungsu Gadis, Ragil, yang baru berusia dua tahun jatuh dari teras lantai dua. Beruntung saat kejadian, lewat Bibi yang membawa keranjang berisi penuh tumpukan pakaian di lantai satu. Ragil persis jatuh tepat di dalam keranjang pakaian. Ragil selamat. Tidak terluka sedikit pun. Tapi tetap saja itu kejadian yang horor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah kejadian itu, Ayah dan Ibu memutuskan untuk pindah ke rumah di Desa dan berjanji akan menghabiskan banyak waktu untuk menemani anak-anaknya Gadis, Bagus, dan Ragil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masa-masa awal tinggal di Desa, Ayah dan Ibu benar-benar menghabiskan seluruh waktunya bersama anak-anaknya. Ayah sebagai pengusaha super sibuk kini lebih sering mengahabiskan waktunya mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, seperti sudah lupa dengan usahanya. Ibu yang dulunya suka sibuk dengan gawainya, kini sibuk memasak dan menemani Ragil bermain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun itu semua berubah pada minggu ketiga. Suasana mulai berubah. Ayah kembali sibuk bolak-balik dari desa ke kota untuk mengecek usahanya. Dan ibu kembali sibuk dengan gawainya, lalu pergi ke kota karena mendapatkan peran menantang di film terbarunya&#8211;Ibu Gadis seorang artis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gadis dan adiknya (Bagus dan Ragil) kemudian ditinggal oleh Ayah dan Ibunya yang pergi ke kota karena urusan pekerjaan. Gadis yang sudah terbiasa hidup mandiri&#8211;karena sering ditinggal oleh Ayah dan Ibunya waktu masih tinggal di kota&#8211;tidak ada masalah dengan itu. Namun tiba-tiba Bagus hilang. Gadis yang panik kemudian mencarinya sampai keliling kampung. Dua hari kemudian Bagus kemudian di temukan, namun anehnya Bagus ketakutan melihat Ayah dan Ibu. Berteriak bahwa keduanya bukanlah Ayah dan Ibu Bagus. Berita tersebut menyebar ke seluruh Desa. Warga desa menganggap Bagus kesurupan Jongen, hantu bocah yang ditakuti penduduk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditengah kegamparan, Ayah mendatangkan psikiater untuk membantu Bagus. Psikister Sesuk namanya. Namun Gadis merasa ada yang aneh dengan Dokter Sesuk. Selalu berpakaian hitam, sepatu hitam, dan tampak tak pernah berganti pakaian. Wajah tegas, tatapan tajam. Tak pernah telihat lelah dan bercanda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa Dokter Sesuk sebenarnya? Kenapa Bagus tiba-tiba hilang? Benarkah Bagus kerasukan hantu dari rumah angker itu?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>GAMBARAN BUKU<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lembaran awal novel berjalan dengan tempo lambat. Bacanya membosankan dan bikin ngantuk. Namun itu berubah ketika konflik utama mulai muncul. Ketika Bagus hilang, misteri di kampung satu per satu mulai muncul. Alur novel berjalan maju dan ada sedikit variasi di akhir cerita. Jadi mudah saja memahami alur cerita. Tidak banyak plot twist di novel ini. Sepeti biasa plot twist ada di bab-bab terakhir novel, ketika misteri satu per satu mulai terkuak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggambaran karakteristik tokoh utama, Gadis, menurut saya terlalu terburu-buru. Tere Liye tidak begitu menggambarkan, mengapa Gadis, di usia yang masih kelas 6 SD dengan latar belakang anak orang kaya punya sifat-sifat layaknya seorang petarung, mandiri, kuat, penyayang, dan mampu menerima orang tuanya yang super sibuk. Kalau melihat realita zaman sekarang, anak seperti ini hampir tidak ada di temukan malah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, novelnya tetap menyenangkan di baca. Temanya ringan tetang keluarga, ada horo-horornya juga. Dan pasti ada pesan moral yang ingin disampaikan oleh om Tere Liye. Pesan moral yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika melihat sekilas cover depan dan belakangnya terlihat sepertinya buku ini bergenre horor. Cover depan memperlihatkan sebuah pohon besar dengan burung gagak yang hinggap di dahan pohon, ditambah siluet anak lagi mengintip di belakang pohon. Hurus Sesuk sendiri menggunakan font yg seram khas genere horor. Blurb buku sendiri sudah cukup menggambarkan jelas buku ini buku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=174"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions\/184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}