{"id":1244,"date":"2026-05-08T14:19:26","date_gmt":"2026-05-08T07:19:26","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1244"},"modified":"2026-05-08T14:19:26","modified_gmt":"2026-05-08T07:19:26","slug":"bagaimana-ini-bermula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1244","title":{"rendered":"Bagaimana Ini Bermula"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada banyak alasan mengapa seseorang menyukai satu klub bola tertentu. Yang paling umum biasanya karena alasan geografis. Orang Surabaya jadi fans Persebaya. Orang Liverpool kalau tidak jadi Kopites mungkin jadi penggemar Everton. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada juga orang yang menjadi fans klub bola karena senang dengan gaya bermain atau karena prestasi suatu tim. Tim ini tentu saja tim besar seperti Real Madrid atau Bayern Munchen. Ataukah tim yang memiliki gaya bermain tertentu seperti Barcelona. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa juga seseorang menjadi penggemar klub bola karena ada pemain favoritnya di situ. Atau bisa juga karena bertetapan dengan momen-momen tertentu yang menjadikannya terikat dengan klub bola tersebut. Seperti magis Istambul misal<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada pokoknya, jatuh cinta dan menjadi penggemar klub bola itu ibarat jatuh cinta. Ada banyak alasan yang membuat seseorang jatuh cinta kepada klub bola. Mulai dari hal yang logis sampai tidak logis. Dan semua sah adanya. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu diperdebatkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku sendiri mulai mengikuti sepakbola dan menjadi penggemar Barcelona ketika baru saja menduduki bangku SMP. Sebelumnya, ketika aku masih SD, aku bahkan tidak menyenangi sepak bola sama sekali. Aku memang senang berlari sedari kecil. Tapi aku tidak menyukai sepakbola ketika teman-teman laki-laki seusiaku sudah menggilainya bahkan menjadikannya bahan cerita di sekolah. Bahkan ketika bapakku membelikanku baju bola pertamaku, yang mana itulah momen perkenalanku dengan sepakbola, aku belum juga menyenangi bola.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegemaranku pada sepakbola bermula pada tahun 2005, ketika guru Bahasa Indonesia memberikanku tugas menceritakan tokoh idola. Aku yang pada saat itu kelas 7 SMP sama sekali tidak ada bayangan siapa tokoh idolaku. Aku bingung siapa yang akan kuceritakan sebagai tokoh idola. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malamnya aku dengan spontan&#8211;uhuuuy&#8211;saja membaca koran. Tidak ada maksud dan tujuan apapun. Hanya sekedar pengen baca koran saja. Nongollah berita Ronaldinho memenangkan trofi Ballon d&#8217;Or. Aku yang penasaran menlanjutkan membaca beritanya sampai akhir. Singkatanya Ronaldinho memenangkan penghargaan Ballon d&#8217;Or karena kontribusinya membawa Barcelona menjuarai Liga Spanyol di tahun itu. Gelar itu sekaligus gelar liga pertama Barcelona dalam kurun waktu enam tahun. Tulisan itu juga menjelaskan bahwa Ballon d&#8217;Or adalah penghargan yang diberikan kepada pesepakbola terbaik dunia tahun itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan itu sekaligus memantik penasaran dalam diriku seperti apa sebenarnya permainan Ronaldinho di lapangan bola. Aku mulai mengikuti semua pertandingan yang dimainkan Barcelona untuk melihat aksi Ronaldinho. Semakin aku mengikuti, semakin aku dibuat kagum oleh permainan Ronaldinho dan Barcelona. Yang paling mengesankan bagiku ada tiga. Gocekan maut, free kick pembunuh, dan senyum Dinho ketika dijatuhkan lawan. Fix! Aku jatuh cinta pada pemain gigi tonggos ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apalagi di musim itu Barcelona memang sedang jaya-jayanya. Di akhir musim Barcelona kembali memenangkan gelar La Liga dan juga berhasil membawa pulang trofi UCL setelah di final menghempaskan perlawanan Arsenal 2-1. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya itu. Selain Barcelona dan Ronaldinho, ada satu pemain lagi yang mencuri perhatianku di musim itu. Pemain muda yang usianya ketika itu belum 20 tahun. Pemain muda brilian yang berambut gondrong. Siapa lagi kalau bukan Messi. Pemain inilah yang menjadi favoritku sampai hari ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisa dikatakan sebentar saja saya menjadikan Ronaldinho pesapkbola favoritku. Karena tidak lama kemudian Ronaldinho pergi meninggalkan Barcelona setelah ditendang Guardiola. Namun apapun itu Ronaldinho adalah gerbangku menjadi penggemar Barcelona sampia hari ini. Visca Barca!!!<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"480\" src=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/01k42vvtzbkzgagwsag8-1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1247\" srcset=\"https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/01k42vvtzbkzgagwsag8-1.webp 720w, https:\/\/riunmunir.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/01k42vvtzbkzgagwsag8-1-300x200.webp 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak alasan mengapa seseorang menyukai satu klub bola tertentu. Yang paling umum biasanya karena alasan geografis. Orang Surabaya jadi fans Persebaya. Orang Liverpool kalau tidak jadi Kopites mungkin jadi penggemar Everton. Ada juga orang yang menjadi fans klub bola karena senang dengan gaya bermain atau karena prestasi suatu tim. Tim ini tentu saja tim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1244","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1244","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1244"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1248,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1244\/revisions\/1248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}