{"id":1179,"date":"2026-01-17T13:35:55","date_gmt":"2026-01-17T06:35:55","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1179"},"modified":"2026-01-17T13:36:03","modified_gmt":"2026-01-17T06:36:03","slug":"makna-film-tinggal-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1179","title":{"rendered":"Makna Film: Tinggal Meninggal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada perasaan deg-degan yang kurasakan ketika menonton film ini. Yaitu ketika Gema, seorang pria kesepian dan sendiri, berusaha merekayasa berita kematian baru untuk menarik perhatian dan simpati teman-teman sekantornya. Perhatian yang mulai hilang setelah berita kematian ayahnya berlalu, membuatnya ngide tabola-bale agar supaya perhatian teman-temannya itu kembali padanya lagi. Gema merasa perhatian dan rasa simpati yang datang dari teman-temannya hanya bisa didapatkannya kembali hanya dengan berita kematian. Maka mulailah dia merekayasa berita-berita kematian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai dari kematian kucingnya. Setelah perhatian temannya kembali hilang, selanjutnya adalah kematian kakek-neneknya. Hilang lagi, kini kematian ibunya. Dan paling parah, Gema merekayasa berita kematiannya sendiri. Dengan berbagai trik dan manipulasi, Gema membuat sendiri sebuah acara pemakaman di rumahnya sendiri. Sampai akhirnya pecah. Dan tahulah temannya kalau berita-berita kematian itu hanyalah tipu daya dan manipulasi Gema sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan perasaan deg-degan karena takut. Lebih ke jijik. Dan penasaran bagaimana akhir cerita film ini. Ini mirip dengan perasaan ketika menonton film Parasite. Konsepnya kurang lebih sama: tokoh utama melakukan kebohongan dan manipulasi kepada orang-orang disekitarnya agar memberikan efek yang menguntungkan pada dirinya sendiri. Mungkin aku deg-degan karena jijik dengan tindakan manipulasi itu. Kok, bisa ada orang yang dengan pedenya menyebarkan hoaks dan gampang saja memanipulasi orang lain. Kepada orang-orang yang seperti ini kita kadang&#8211;atau mungkin sering&#8211;merasa gemas ingin menjitak kepala manusia laknat macam Gema ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya tidak tahu apa sebutan yang tepat untuk genre film ini. Kalau dari produsernya, Ernest Prakasa, menyebut film ini genre bitter comedy alias komedia pahit. Apa setipe dengan dark comedy gak, ya? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsepnya juga unik menurutku. Tokoh utama yang interaktif dengan penontonnya. Bisa bicara dengan foto. Yang paling kocak adalah scene ketika Gema mati beneran dan dia sudah ada di dalam surga. Menggunakan gamis serba putih dan memiliki sayap seperti ibu peri. Hahahaha.. aku ketawa ngakak ketika lihat video ini. Kok bisa kamera masuk sampai ke alam surga. Kiamat juga belum padahal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Film ini membawa pesan sederhana. Banyak orang-orang kesepian di luar sana. Entah karena broken home, anak badung, korban bully, mengalami kekerasan. Yang mereka butuhkan hanyalah kehadiran sosok orang yang bisa menerimanya dan juga berbagi cerita. Sesederhan itu yang mereka butuhkan. Namun karena trauma yang dialaminya, kebanyakan mereka tidak mampu mengkomunikasikan dengan baik apa yang jadi mau mereka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Entah karena disebabkan trauma dan ketidakmampuannya menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang sekelilingnya, membuatnya nekat. Mulailah dia melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, semisal berbohong atau manipulasi. Tindakan ini pada akhirnya akan merugikan mereka sendiri kedepannya ketika kebohongan yang dibangun dengan sangat rapi terbongkar seketika. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang seperti itu? Pertama mereka harus menerima trauma itu menjadi bagian dirinya sendiri. Karena memang manusia akan selalu dibentuk oleh masa lalu. Ini adalah tahap awal. Setalah melewati tahap awal ini, selanjutnya menjadi lebih mudah. Langkah kedua adalah jujur. Sikap jujur akan membuat aura positif mengelilingi. Membuat orang disekitar akan respek. Jika sudah respek maka mudah saja bagi mereka menerimamu. Ya, memang jujur itu berat. Tidak semudah diomonng dan dituliskan. Tidak masalah dan tidak perlu terburu-buru. Kita hanya perlu menjalani setahap demi setahap. Jika dua langkah awal sudah diambil, maka jalan selanjutnya akan terhampar luas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ah, ngomong apa sih aku dari tadi. Kayak ahli psikologi saja ngomong panjang lebar soal mental health. Aslinya yang nulis pun mental healthnya tidak baik-baik amat. Hehehe&#8230;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada perasaan deg-degan yang kurasakan ketika menonton film ini. Yaitu ketika Gema, seorang pria kesepian dan sendiri, berusaha merekayasa berita kematian baru untuk menarik perhatian dan simpati teman-teman sekantornya. Perhatian yang mulai hilang setelah berita kematian ayahnya berlalu, membuatnya ngide tabola-bale agar supaya perhatian teman-temannya itu kembali padanya lagi. Gema merasa perhatian dan rasa simpati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1179","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1179"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1183,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1179\/revisions\/1183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}