{"id":1177,"date":"2026-01-21T08:48:54","date_gmt":"2026-01-21T01:48:54","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1177"},"modified":"2026-01-21T08:58:20","modified_gmt":"2026-01-21T01:58:20","slug":"jadi-penulis-harus-peka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1177","title":{"rendered":"Jadi Penulis Harus Peka"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses menulis pada dasarnya adalah proses sederhana: menuangkan isi pikiran yang bersemayam di kepala menjadi bentuk teks yang nantinya akan dibaca oleh mata kepala. Terdengar sederhana dan sepertinya mudah. Namun dalam prakteknya tidak semudah kata karena di dalam batok kepala anda bergitu banyak informasi berkelindan satu sama lain. Mimilin satu sama lain menjadikannya semrawut seperti kabel WiFi yang terpasang di tiang listrik jalanan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menghasilkan tulisan yang baik dan enak dibaca, bukanlah sekedar kegiatan tulis asal tulis asal jadi saja. Terburu-buru seperti dikejar setan. Dia membutuhkan bangunan struktur yang benar dan pas. Pondasi yang kuat. Tiang-tiang yang terpancang sesuai dengan posisi yang presisi menjaga bangunan tidak roboh. Mempercantik. Dan tidak lupa memberinya micin dengan takaran yang pas. Maka lahirlah tulisan yang sempurna. Sebuah masterpiece.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan menulis dimulai dari ide tentu saja. Tidak mungkin kita menulis jika ide tidak ada di kepala. Ide ada, lahirlah tulisan. Gampangnya gitu. Dari mana datangnya ide? Ide bisa datang dari mana saja sekemelitannya dia. Tidak ada yang bisa ngatur-ngatur ide. Tapi rumus umumnya tetap sama: banyak informasi, banyak ide. Semakin banyak informasi yang kamu punyai, ide akan semakin banyak. Banyak cara untuk medapatkan informasi. Yang paling utama adalah membaca. Namun untuk menjadi penulis, membaca saja tidak cukup. Penulis juga harus peka membaca kondisi sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepekaan membuat kita bisa menangkap semua yang ada disekitar. Bau, tampilan, omongan orang sekitar, kelezatan rasa masakan, dan tekstur suatu benda. Benar. Kepekaan berkaitan erat dengan panca indra. Seorang penulis harus mampu mengaktifkan panca indranya. Dan membuatnya menjadi lebih sensitif agar bisa menyambar ide-ide yang diberikan oleh alam. Semakin sensitif panca indra seorang penulis, semakin banyak inspirasi yang dia dapatkan. Dan ini adalah masalahku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panca indra mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing yang kita sudah ketahui bahkan sejak kita masih toddler. Dalam dunia tulis menulis panca indra punya tugas dan peran tersendiri: sebagai penyuplai informasi. Melalui panca indra gejala-gejala alam masuk ke dalam pikiran. Perannya sebagai bagian registrasi yang berada di pintu masuk ruang seminar motivasi. Mencatat semua yang masuk, alamat, nomor WA, serta tidak lupa pula tanda tangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah informasi itu masuk, otak mengolahnya. Mencampurnya dengan informasi yang lain dan memasaknya. Menjadikannya sebuah tulisan yang benar secara struktur, menarik untuk dibaca sampai akhir, tidak membosankan, dan bumbu humor yang pas&#8211;tidak lebih tidak kurang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas bagaimana caranya membuat panca indra menjadi sensitif? Ada beberapa tips yang bisa saya berikan. Pertama hadirkan kesadaran. Hadirkan kesadaran dalam kehidupanmu bahwa alam selalu memberikan tanda, menyebar bahkan di tempat-tempat yang tidak dijamah manusia sekalipun. Kita hanya perlu mengamatinya bersama dengan kesadaran diri. Bergerak dengan kesadaran membuat kita mudah menangkap tanda-tanda alam itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua kurangi distraksi. Kurangi sebanyak mungkin distraksi yang ada di sekelilingmu. HP dan medsos terutama. Semakin banyak screen time-mu semakin pikirianmu tercemar dan kacau. Gantilah waktumu scrool ig dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca. Selain menambah pengetahuanmu juga membantumu lebih fokus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di zaman teknologi informasi yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam algoritma membuat otak kita menjadi tumpul. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan kalau kebanyakan nonton shorts video bisa menurunkan daya ingat. Sesuatu yang pantang bagi seorang penulis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cukup dua tips itu saja. Karena dua itulah yang menjadi fundamental untuk membuat panca indra menjadi lebih peka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan ini sejatinya tidaklah ditujukan kepada kalian wahai pembaca. Tulisan ini adalah untuk diriku sendiri. Saya sepenuhnya sadar kalau panca indraku sendiri tidaklah peka. Saya masih hobi membuang-buang waktu dengan scrol medsos kelamaan. Sedikit membaca buku. Dan tidak menghadirkan kesadaran dalam hirup nafasku. Tapi sayang saja jika tulisan ini hanya kusimpan untuk diriku sendiri. Maka itulah kubagi. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses menulis pada dasarnya adalah proses sederhana: menuangkan isi pikiran yang bersemayam di kepala menjadi bentuk teks yang nantinya akan dibaca oleh mata kepala. Terdengar sederhana dan sepertinya mudah. Namun dalam prakteknya tidak semudah kata karena di dalam batok kepala anda bergitu banyak informasi berkelindan satu sama lain. Mimilin satu sama lain menjadikannya semrawut seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1177","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1177"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1189,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1177\/revisions\/1189"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}