{"id":1018,"date":"2025-06-24T15:26:06","date_gmt":"2025-06-24T08:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1018"},"modified":"2025-06-24T15:26:06","modified_gmt":"2025-06-24T08:26:06","slug":"hana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/riunmunir.com\/?p=1018","title":{"rendered":"Hana"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlahan saya mulai mengerti bagaimana arti kehadiran seorang anak buat orang yang sudah menikah. Ada tanggung jawab tambahan tentu saja, juga hadir rasa takut bersamanya mana kala gagal memikul tangung jawab itu. Namun entah kenapa dan dari mana, ada semacam kehangatan yang berhembus lembut yang membuat hati menjadi damai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjadi orang tua wabil khusus menjadi bapak, berarti harus siap mental dan fisik untuk memikul tanggung jawab besar. Menjadi bapak berarti bertanggung jawab untuk memenuhi nafkah lahir dan batin anak istri. Tanggung jawab itu mengharuskan seroang bapak untuk siap tempur di medan laga. Menghadapi tekanan, ketakutan, dan tidak jarang cacian juga harus diterimanya. Beban berat yang diterima itu tidak jarang membuat pikiran bapak-bapak menjadi suntuk, stres, dan emosi saat pulang ke rumah. Ketika di rumah bertemu anak, perlahan-lahan beban pikiran itu menjadi terurai dan terlepas. Memang masalah tidak benar-benar hilang. Namun perjumpaan dan bermain dengan anak seperti memberikan energi penguat buat sang bapak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya selalu terharu melihat foto-foto lama Hana. Tidak jarang saya menitikkan air mata. Saya merasa sangat beruntung, pemilik alam mengizinkan menitipkan Hana dalam kehidupanku. Saat dunia mencaci, menghina, dan menghempaskanku ke bumi paling dasar. Itu menjadi tidak masalah, karena saya tahu Hana akan menyambutku di rumah dengan senyumnya yang lepas dan tulus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tingkah laku Hana adalah bahasa kejujuran. Ketika Hana lagi marah atau senang itu maka itu adalah kejujuran. Hana tentu pernah marah padaku. Tapi Hana tidak pernah membenciku. Semarah-marahnya dia padaku, sebesar apapun salahku, Hana tidak pernah membenciku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Itu hanya karena Hana masih kecil dan polos saja, makanya dia tidak membenci&#8221;. Itu benar, karena dia memang belum tahu apa-apa makanya dia tidak membenci. Itu jugalah menjadi pengingatku. Jangan sampai kesalahan yang kubuat, membuat Hana benci padaku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sebelum menikah sampai hari ini, saya masih mengingkan punya banyak anak. Setidaknya saya menginginkan punya lima anak. Namun kehadiran Hana seperti merubah itu semua. Entah karena beban hidup atau tidak, keinginan itu tidak menggebu-gebu seperti dulu lagi. Keinginan itu masih ada. Namun perjalanan hidup mengajarkan bahwa itu semua adalah kehendak Allah. Bahkan seorang nabi pun diberikan ujian hidup harus menunggu lama untuk memiliki anak, apatah lagi manusia biasa seperti saya, mengapa tidak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukan cuma itu saja. Kehadiran Hana seperti membawa perasaan cukup pada diriku, selama masih ada Hana maka saya tidak perlu kedua, ketiga, dan seterusnya. Aku menunggu Hana cukup lama. 3,5 tahun aku menunggu hingga Hana hadir dalam hidupku. Puasa 3,5 tahun itu langsung dibayar tuntas ketika Hana lahir. Rasanya seperti berlebaran. Bagaimana rasa senangnya ketika tiba hari raya, seperti itulah yang kurasakan. Kita hanya perlu menungu takdir apakah besok masih merasakan hari raya atau tidak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hana akan selalu menjadi pengingat bagiku. Bahwa aku adalah seorang bapak dan suami. Jangan sampai aku membuat kecewa anak dan istriku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hana juga akan selalu mengingatkanku untuk tidak pernah berhenti belajar menjadi bapak yang baik dan benar. Karena aku seorang bapak maka tanggung jawabku adalah memberikan pendidikan yang baik. Dan tidak ada contoh menjadi pendidik yang baik kecuali dengan menjadi teladan. Aku harus menjadi teladan bagi keluargaku. Terutama bagi Hana. Karena akulah yang akan menjadi tolak ukurnya melihat dunia. Akulah yang menjadi standarnya melihat dunia. Ketika aku salah menjadi tolak ukur, maka aku telah salah memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada Hana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku berharap bisa terus menjadi pahlawan bagi Hana. Semuanya rela kutukar asal bisa terus menjadi pahlawan bagi Hana. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perlahan saya mulai mengerti bagaimana arti kehadiran seorang anak buat orang yang sudah menikah. Ada tanggung jawab tambahan tentu saja, juga hadir rasa takut bersamanya mana kala gagal memikul tangung jawab itu. Namun entah kenapa dan dari mana, ada semacam kehangatan yang berhembus lembut yang membuat hati menjadi damai. Menjadi orang tua wabil khusus menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1018","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1018"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1018\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1020,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1018\/revisions\/1020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/riunmunir.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}